Ini Penjelasan Mendagri Tito Karnavian soal 'Teori Jenazah COVID Dibakar'

Muslimin Abbas - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 16:32 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian (Muslimin Abbas/detikcom)
Ambon -

Pernyataan Mendagri Tito Karnavian soal teori mengenai cara terbaik dalam penanganan jenazah COVID-19 menyita perhatian publik. Tito kini menjelaskan maksud dari pernyataannya tersebut.

"Jadi saya merasa bersyukur hari ini dapat bisa salat Jumat di Masjid Raya Al-Fatah di Ambon sekaligus ingin menyampaikan klarifikasi tentang ada berita yang menurut saya dipotong. Acara seminar FKUB pada hari Rabu yang lalu secara nasional, kemudian diskusikan mengenai COVID dan penanganannya dan saat itu salah satu saya sampaikan mengenai penanganan jenazah COVID," kata Tito di Masjid Raya Al-Fatah, Ambon, Jumat (24/7/2020).

Tito mengatakan secara teori memang virus itu akan mati jika dibakar. Namun, kata Tito, hal itu belum tentu sesuai dengan tata cara pemakaman agama tertentu.

"Saya sampaikan jenazah COVID itu diduga mengandung virus, maka teorinya, virusnya itu mati salah satunya--menurut penelitian itu--dengan cara dipanaskan. Salah satu penelitian menyebutkan pada suhu 65 derajat Celsius dia (virus Corona) akan mati sehingga, teorinya, teorinya ya, jenazah yang mengandung virus itu, untuk membuat virusnya mati, juga seyogianya dibakar," ujar Tito.

"Tapi tentu belum tentu sesuai dengan akidah bagi agama tertentu, termasuk kita yang muslim. Oleh karena itu, tekniknya adalah dengan cara dibungkus rapat supaya virusnya tidak ada celah untuk keluar. Setelah itu, baru dimakamkan di tempat yang kering, sehingga tidak ada kemungkinan untuk virusnya keluar mengalir di air dan lain-lain," sambung dia.

Tito berharap pernyataannya itu tidak dipotong sehingga dikhawatirkan menimbulkan kesalahpahaman. Pernyataannya soal teori perihal penanganan terbaik jenazah COVID-19 itu disampaikan dalam konteks diskusi yang panjang.

"Sekali lagi ya, yang ada yang saya katakan bahwa ini panjang pada diskusinya jenazah COVID-19 karena ada virusnya, maka seyogianya menurut lab ya, itu pada suhu dipanaskan tertentu, dia akan mati karena ini virus mengandung lemak. Selimutnya lemak dia akan mati, seyogianya jenazah tuh juga dibakar atau dikremasi," ujar Tito.

"Tapi tidak harus sesuai karena ini bertentangan dengan beberapa agama tertentu seperti saya sendiri muslim, akidah kita tidak sesuai tata cara itu, maka tata caranya adalah sesuai dengan akidah kita setelah dimandikan dan lain-lain, disalatjenazahkan, kemudian dibungkus yang rapi supaya tidak ada celah virus yang keluar, kemudian dimakamkan seperti biasa, tapi dimakamkan di tempat yang kering. Itu saran saya," imbuh Tito.

Selanjutnya
Halaman
1 2