Residivis Curi Laptop Tetangga, Ngakunya untuk Anak Belajar Online

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 13:05 WIB
Ilustrasi Pencurian Rumah
Foto: Ilustrasi pencurian (Edi Wahyono/detikcom)
Bandar Lampung -

H (44) ditangkap polisi lantaran mencuri laptop tetangganya di Kedaton, Lampung. H mengaku terpaksa mencuri untuk keperluan belajar jarak jauh anaknya yang akan masuk SMP.

"Dia ini ngakunya sih laptopnya buat anaknya yang mau SMP, untuk belajar online. Cuma kan yang kami pikir, dia memang bukan residivis awalnya. Setelah dicari tahu, ternyata sebelumnya pernah juga mencuri," ujar Kapolsek Kedaton, AKP Ronni Tirtana, saat dihubungi detikcom, Jumat (23/7/2020).

Ronni menjelaskan H pernah ditangkap karena kasus serupa. Pada Februari 2020, H dinyatakan bebas dari Lapas Bandar Lampung.

"Setelah kami cari informasi tentang tersangka, dia pernah mencuri juga. Bulan 2 kalau tidak salah baru keluar dari lapas. Kasusnya sama, (H mantan napi) di Lapas Bandar Lampung," jelas Ronni.

Kembali ke kasus pencurian laptop berdalih demi anak, Ronni mengungkapkan H juga turut mencuri kamera digital, ponsel dan BPKB serta STNK sepeda motor korban. Peristiwa itu terjadi pada 3 Juli 2020.

"Tidak hanya laptop yang dia ambil. Ada kamera, HP juga dia bawa, sampai BPKB/STNK motor juga dia bawa, meskipun motornya nggak dia bawa. Saya tanya kalau buat anaknya kok kamera dan HP ikut diambil, katanya 'Sekalian saja Pak'," terang Ronni.

Ronni menjelaskan pelaku masuk ke rumah korban yang saat itu dalam kondisi kosong. Berbekal obeng dan batu, Ronni mengetok-ngetok gembok rumah hingga rusak.

"Dia ini ngambilnya malam. Terus karena dia sudah tahu bahwa rumahnya korban kosong, dia masuklah dengan cara ngancurin gembok pakai obeng sama batu, diketok-ketok, akhirnya kebuka. Terus masuklah dia. Saat masuk, dia lihat ada laptop, kamera Canon DSLR, HP, ya sudah karena sekalian barangnya dia lihat ada, diambil," jelas Ronni.

Aparat Polsek Kedaton kemudian mengamankan H di rumahnya keesokan harinya (4/7). Saat ditangkap, Ronni menyebut H sudah dalam kondisi pasrah.

"Barang buktinya sudah kita amankan, ada semua di dia. Ditangkapnya 4 Juli, besoknya langsung kita tangkap," ucap Ronni.

Pelaku yang kerjanya serabutan ini dijerat Pasal 363 KUHP. Saat ini proses pemberkasan perkaranya sudah tahap 1 atau sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

"(Saat ditangkap) Sudah lemas saja dia saat ditangkap, dijemput di rumahnya," tutup Ronni.

Tonton video 'Cerita Dimas yang Masuk Sekolah Sendirian di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/tor)