Pimpinan MPR Ajak Masyarakat Jaga dan Lestarikan Pancasila

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 14:15 WIB
Syariefuddin Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengajak seluruh lapisan masyarakat terlibat dalam upaya-upaya menjaga dan melestarikan Pancasila. Menurutnya saat ini masih ada kelompok yang berupaya mengganti Pancasila dengan ideologi-ideologi lain. Cara yang digunakan pun bermacam-macam, baik yang sesuai aturan maupun yang bertentangan dengan konstitusi.

"RUU Haluan Ideologi Pancasila adalah contoh upaya mengganti Pancasila. Karena RUU HIP secara implisit menghendaki perubahan terhadap Pancasila hasil kesepakatan 18 Agustus 1944 dengan Pancasila 1 Juni 1945," kata Syarief Hasan dalam keterangannya, Jumat (24/7/2020).

Ia menyampaikan pernyataan itu saat memberikan sambutan pada acara 'Temu Tokoh Nasional' dengan masyarakat Desa Harjasari, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut berlangsung di Pos Kamling Bale Riung, Kampung Mekarsari, RT 02/04, tadi malam. Ikut hadir pada acara tersebut tokoh masyarakat dan pengasuh pondok pesantren Annuriyah KH. Deden Asnawi.

Ia berpendapat ada perbedaan yang sangat jelas antara Pancasila 18 Agustus dan 1 Juni. Perbedaan tersebut antara lain, sila Ketuhanan pada Pancasila 1 Juni merupakan sila kelima. Berbeda dengan Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pancasila 18 Agustus yang merupakan sila pertama. Lantaran itu, menurut Syarief wajar jika RUU HIP ditolak oleh masyarakat.

Mempertahankan Pancasila sebagai dasar, ideologi dan falsafah negara, imbuhnya, menjadi pilihan yang tidak dapat ditawar. Sebab, Pancasila mengajarkan bangsa Indonesia untuk selalu hidup rukun dan damai. Oleh karena itu, tambah Syarief, siapapun yang berusaha mengubah Pancasila harus menolak.

"Pancasila bukan hanya membawa kerukunan dan kedamaian. Tapi Pancasila juga akan membawa kesejahteraan, melalui sistem ekonomi koperasi. Pancasila akan membuat bangsa Indonesia bersatu padu, jauh dari perpecahan," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Syarief juga mengajak masyarakat untuk menjalani kebiasaan baru selama pandemi Corona. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, pakai masker serta jaga jarak harus menjadi kebiasaan, serta jangan keluar rumah kecuali untuk keperluan yang sangat penting.

(mul/mpr)