Round-Up

Power of Emak-emak! Tolak Tambang Pasir Rusak Habitat Ikan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 07:50 WIB
Para istri nelayan di Makassar menggeruduk Rujab Gubernur Sulsel menolak penambangan pasir di Laut Makassar (Hermawan-detikcom).
Foto: Para istri nelayan di Makassar menggeruduk Rujab Gubernur Sulsel menolak penambangan pasir di Laut Makassar (Hermawan-detikcom).
Makassar -

Sejumlah istri nelayan di Makassar, menggeruduk rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka meminta Pemprov Sulsel menghentikan aktivitas tambang pasir yang dilakukan oleh PT Boskalis di laut Makassar.

Emak-emak itu menggeruduk Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (23/7) pagi. Mereka lantang berteriak menolak aktivitas penambangan pasir karena membuat mata pencarian suami mereka berkurang.

"Kami demo untuk menghentikan penambang pasir, Boskalis, karena kami menderita selama ada Boskalis itu menambang pasir di Kepulauan Sangkarrang," ujar Hesna, salah seorang ibu yang mengikuti aksi.

Hesna menyebut nelayan di Kecamatan Sangkarrang paling terdampak akibat aktivitas penambangan pasir ini. Tambang pasir, sebut Hesna, membuat ikan makin sulit didapat.
"Kami ingin Pak Gubernur segera menghentikan PT Boskalis menambang di sekitar Kepulauan Sangkarrang, karena dampaknya (bagi) kami para warga di (Pulau) Kodingareng terlalu banyak, bisa-bisa kepulauan kami tenggelam, semua telur ikan pun habis, semua terumbu karang hancur," ucap Hesna.

Dampak ekonomi paling dirasakan nelayan selama adanya aktivitas penambangan pasir tersebut. Hesna curhat terkadang nelayan sama sekali tidak mendapatkan hasil tangkapan ikan.

"Dampaknya mata pencaharian kita hilang. Selama ada Boskalis, kasian di Pulau, kadang ada didapat, kadang tidak ada, kita di Pulau kehidupan ta di laut, sedangkan kami dirusak Boskalis, terus dampak yang paling terburuknya, Pulau kami bisa tenggelam karena abrasi," katanya.

"Sekarang saja ombak terlalu besar, sudah ada korban nelayan tenggelam karena faktor terlalu besar ombak karena pasir dikeruk terus," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sulsel Asriadi Sulaeman yang menerima ibu-ibu nelayan demo tersebut mengatakan kerusakan lingkungan tersebut ialah menurut persepsi nelayan, dan menurut kajian teknis organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulsel tidak ada pelanggaran yang dilakukan PT Boskalis atas aktivitas penambangan pasir.

"Itu menurut persepsi mereka, sementara dalam penerbitan izin tentu satuan kerja teknis ini sudah melibatkan semua OPD teknis terkait itu sehingga kita tidak melakukan pelanggaran terkait itu. Namun persepsi masyarakat belum sama dengan regulasi yang kita terbitkan untuk melandasi kegiatan penambangan ini," ucap Asriadi kepada wartawan.

Namun kedepannya, sebut Asriadi, segala tuntutan ibu-ibu nelayan tersebut akan ia sampaikan ke Gubernur Nurdin yang saat ini tengah berada di luar kota.

"Yang kami sampaikan kepada masyarakat semua yang beliau inginkan, semua yang mereka harapkan itu akan kami laporkan kepada bapak Gubernur antara lain penghentian sementara tambang dan berharap bapak Gubernur berkunjung ke wilayahnya, masyarakat rindu kepada bapak Gubernur," ucap Asriadi.

Tonton juga video 'Emak-emak di Cilegon Geruduk Kantor Dinsos, Protes Bantuan Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/aik)