Round-Up

Wanti-wanti Polisi Bagi Pesepeda Agar Tak Terjaring Operasi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 07:35 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengingatkan pesepeda untuk berkendara di jalurnya. Apabila keluar dari jalurnya bisa dikenai denda tilang Rp 100 ribu.
Foto: Pesepeda di Jakarta Pusat (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Penggunaan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari makin marak sejak pandemi Corona (COVID-19). Polisi mengatakan pihaknya turut mengawasi tingkah laku pesepeda saat mengaspal.

"Bagian dari Operasi Patuh Jaya 2020 ini, kita akan melakukan peneguran kepada para pesepeda yang tidak tertib atau mengganggu arus lalu lintas," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2020).

Sambodo mencontohkan salah satu aturan yang harus ditaati pesepeda adalah menghentikan laju saat lampu merah. Sambodo menyampaikan jangan sampai terjadi perilaku tak taat aturan saat bersepeda, yang lantas menimbulkan kecelakaan dengan melibatkan kendaraan lainnya.

"Dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan lalu lintas melibatkan pesepeda. Nanti sudah terjadi kecelakaan menyalahkan pengguna jalan lainnya, padahal mungkin pesepeda itu yang tidak mematuhi aturan lalu lintas," ujar Sambodo.

Bayi yang Lahir Ditolong Polisi di Tol JORR Diberi Nama Perwira SambodoDirektur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom)

Sambodo menuturkan pihaknya saat ini sedang menunggu terbitnya aturan pesepeda. Aturan itu, imbuh Sambodo, menurut kabar hendak dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Sambil kita menunggu, katanya dari pemda akan mengeluarkan keputusan gubernur khusus yang menyangkut tata cara bersepeda di DKI," ucap Sambodo.

Hal tersebut disampaikan Sambodo setelah sebelumnya menyatakan operasi lalu lintas dengan sandi Operasi Patuh Jaya 2020 resmi berlangsung. Operasi ini melibatkan 1.800 personel gabungan TNI-Polri dengan area operasi di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Ada lima jenis pelanggaran yang jadi prioritas sasaran operasi, yakni melawan arus, pengemudi dan penumpang motor tak menggunakan helm SNI, melanggar marka stop line, melintas di bahu jalan tol, serta menggunakan rotator atau sirene tidak sesuai ketentuan.

Tonton juga video 'Pesepeda yang Masuk Tol Pejagan Sudah Diamankan':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)