Round-Up

Kemunculan Langka Pesut Mahakam Bangkitkan Sadar Lestari Alam

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 06:32 WIB
Pesut Mahakam.
Foto: Pesut Mahakam. (Dok Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Pela, Alimin)
Jakarta -

Video kemunculan kawanan pesut di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur ramai dibicarakan di media sosial. Kesadaran terkait kelestarian alam pun mencuat.

Dalam video yang beredar, tampak kawanan pesut muncul di permukaan Sungai Mahakam. Mereka berlompatan dan masuk kembali ke dalam air.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Pela, Alimin, mengatakan pesut Mahakam kembali muncul setelah sempat menyingkir ke sungai-sungai kecil akibat kerusakan Sungai Mahakam. Salah satunya di Sungai Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim), Sunandar Trigunajasa, mengatakan pesut Mahakam adalah lumba-lumba air tawar yang masih mendiami kawasan sepanjang Sungai Mahakam. Habitat pesut tersebut berada di Hulu Sungai Mahakam, seperti di Kedang Rantau dan Muara Kaman.

"Pesut Mahakam merupakan mamalia yang terancam punah. Habitat pesut itu di Hulu Kutai Kartanegara," kata Sunandar, Kamis (23/7/2020).

Dia mengatakan pesut Mahakam punya kaitan dengan masyarakat Kutai. Mamalia ini masuk ke cerita rakyat Kutai dan dianggap keramat.

Dalam folklor masyarakat Kutai, pesut merupakan jelmaan dari dua saudara. Atas kedekatan tersebut, masyarakat Kutai pun menjaga pesut.

"Masyarakat Kutai percaya dengan kisah dulu, memang mamalia ini dianggap keramat. Jadi warga di Hulu Sungai Mahakam juga menjaga mereka," jelasnya.

Pemkab Kutai Kartanegara sudah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 75/SK/-BUP/HK/2020 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Habitat Pesut Mahakam sebagai upaya melestarikan hewan endemik itu.

"Dengan penetapan ini, dipastikan kami mampu mempertahankan keberadaan pesut Mahakam di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan pastinya masyarakat juga sudah mulai melakukan penyesuaian untuk tidak menggunakan alat tangkap yang membahayakan pesut Mahakam," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Dadang Supriatman.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga telah bekerja sama dengan Yayasan Konservasi RASI. Dadang berharap dengan adanya SK ini pengelolaan sumber daya ikan bisa lebih baik, termasuk peningkatan kualitas air dengan mempertahankan fungsi alami rawa dan hutan sempadan sungai.

Berdasarkan pantauan RASI, jumlah habitat pesut yang ada di Sungai Mahakam ada sekitar 85 ekor yang tersebar.

(imk/imk)