Pemprov DKI Ingatkan Orang Tua Perhatikan Kondisi Anak-anak Saat Pandemi

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 21:45 WIB
Menggunakan masker, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Fatahillah Balai Kota, Jakarta di hari pertama masa PSBB transisi, Jumat (5/6).
Gubernur Jakarta Anies Baswedan (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jakarta Anies Baswedan meminta kepada para orang tua untuk meningkatkan perhatian kepada anak-anak. Terlebih, di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

Hal itu Anies sampaikan saat melakukan dialog interaktif dengan Anak Jakarta secara virtual. Dialog itu disiarkan melalui Channel YouTube Dinas PPPA Provinsi DKI Jakarta.

"Karena itu dalam peringatan Hari Anak Nasional ini kita diingatkan oleh negara untuk peduli, untuk menyayangi, melindungi anak-anak kita apalagi di masa pandemi ini," ujar Anies dalam video di Channel YouTube Dinas PPPA Provinsi DKI Jakarta seperti dilihat detikcom, Kamis (23/7/2020).

Anies mengatakan, anak-anak yang positif COVID-19 angkanya tinggi. Meski demikian, Anies tidak merinci secara pasti berapa jumlah anak yang positif Corona.

"Kalau lihat statistik, anak-anak di Indonesia yang terkena COVID-19 itu jumlahnya cukup banyak dan kalau kita perhatikan terutama di Jakarta ini kita memiliki jumlah yang besar. Kalau lihat angka, jangan pandang itu sebagai statistik. Itu adalah anak dari kita. Itulah amanat yang dititipkan oleh Yang Maha Kuasa kepada kita," katanya.

Lebih lanjut, Anies mengatakan, menjaga setiap anak yang ada itu merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, tidak harus memandang kalau anak tersebut anak sendiri atau bukan.

"Peringatan Hari Anak Nasional ini membuat kita harus sadar ini namanya peringatan. Kalau peringatan itu tujuannya mengingatkan, karena itu disebut peringatan, bukan perayaan, ini peringatan. Apa peringatannya? Sayangi anak-anak sebagaimana kita menyayangi anak kita sendiri. Pesannya itu saja," ucapnya.

"Bagi semuanya, kalau lihat ada anak-anak, jangan anggap anak orang lain, anggap anak sendiri. Kalau lihat anak-anak sedang bermain yang nampaknya berisiko, maka sapa dan tegur. Bukan sekadar berkomentar: wah anak itu bermain di tempat yang berisiko. Tidak, sapa dan tegur," imbuhnya.

(dnu/dnu)