Cak Imin Ingatkan Nadiem: Jangan Pernah Lupakan NU-Muhammadiyah!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 21:14 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim agar jangan pernah melupakan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah
Foto: dok. PKB
Jakarta -

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim agar jangan pernah melupakan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Bila dua organisasi Islam tersebut dilupakan, maka, menurutnya, akan terjadi kualat.

Hal itu disampaikan Cak Imin saat memberikan sambutan dalam acara Tasyakuran Harlah ke 22 PKB. Acara itu disiarkan akun YouTube DPP PKB, Kamis (23/7/2020). Saat ini memang sedang ada polemik soal program Kemendikbud, yaitu 'Organisasi Penggerak'.

"Saya tadi ngetwit hari ini protes kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tolong jangan pernah melupakan sejarah peran Nahdlatul Ulama dalam pendidikan dan pencerdasan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, termasuk Muhammadiyah," kata Cak Imin.

"Jadi apapun kebijakannya jangan sampai pernah tidak melibatkan NU dan termasuk Muhammadiyah. Kalau nggak kualat minimal itu yang terjadi," sambungnya.

Cak Imin kemudian menyinggung soal program Organisasi Penggerak yang dikeluarkan Kemendikbud. Menurut Cak Imin, organisasi yang kuat keuangannya tak perlu dibantu APBN.

"Karena itu alhamdulillah ada perubahan saya dikabari Pak Huda, dari semula APBN untuk pendampingan penggerak organisasi pendidikan yang sifatnya subsidi itu akhirnya dievaluasi-evaluasi. Yang kuat tidak usah dibantu APBN, bantulah yang lemah melalui APBN. Bukan yang kuat yang dibantu APBN," ujar Imin.

Wakil Ketua DPR RI juga sempat bercerita perbincangannya dengan eks Mendikti M Nasir. Cak Imin bicara soal perguruan tinggi negeri dan swasta.

"Malah saya kepada Mendikti yang dulu Pak Nasir saya bilang perguruan tinggi negeri itu merem saja sudah maju. Tapi perguruan tinggi swasta itu kemringet belum tentu maju. Apalagi perguruan tinggi yang masuknya hari Sabtu dan Minggu saja. Itu lebih parah lagi. Itu yang harus diperhatikan," ucap Cak Imin.

"Begitu juga pendidikan yang mengalami keterpurukan masalah dari keterbatasan infrastruktur ataupun sarana dan prasarana yang dihadapi," tambahnya.

Cak Imin mengaku sejak awal mendukung Mendikbud Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Jokowi. Dia menilai Nadiem sosok yang mampu berpikir ke depan.

"Oleh karena itu saya mendukung sejak awal kepada Pak Menteri Pendidikan. Pak Nadiem Makarim dari awal. Langkah Pak Jokowi memilih Nadiem adalah langkah yang luar biasa. Berpikir masa depan yang cepat, tidak normatif, efektif, yang menata masa depan yang responsif terhadap kemajuan," tuturnya.

Meski demikian, dia kembali menegaskan kepada Nadiem untuk tak melupakan peran NU dan Muhammadiyah dalam pendidikan Indonesia.

"Dukungan itu penuh tanpa kepada Pak Nadiem, tetapi jangan pernah tidak melibatkan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Karena sebelum republik ini lahir, NU dan Muhammadiyah telah berkiprah banyak mencerdaskan kehidupan bangsa," imbuhnya.

(rfs/tor)