Banjir Wajo, Warga Raup Rp 15 Juta dari Seberangkan Motor dengan Pincara

Zulkipli Natsir - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 20:51 WIB
Warga Wajo Sulsel raup untung Rp 15 juta per hari dari menjajakan jasa menyeberangkan sepeda motor warga saat banjir
Koordinator jasa penyeberangan pincara, Abdul Salam. (Zulkipli Natsir/detikcom)
Wajo -

Air Danau Tempe yang meluap memperparah banjir di Jalur Dusun Cempa, Desa Pallawa Rukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Jalan kini tak lagi mampu dilalui kendaraan.

Kondisi ini dimanfaatkan para warga untuk menjajakan jasa menyeberangkan sepeda motor milik warga dengan menggunakan perahu. Warga dapat meraup omzet Rp 15 juta dari menjajakan jasa tersebut.

"Bisa sekitar Rp 15 juta untuk total pemasukan seluruh pincara jika dihitung. Jadi kemudian kami bagi rata per anggota 100 hingga 200 ribu, tergantung pemasukan. Kami juga banyak, belum lagi biaya perawatan perahu dan bahan bakar. Tapi ini juga sangat membantu perekonomian warga di sini. Sekarang cari kerja juga susah, belum lagi Corona," kata koordinator jasa penyeberangan pincara, Abdul Salam, kepada detikcom di lokasi, Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (23/7/2020).

Warga setempat mengikat dua perahu rakitan dengan selembar papan kayu di atasnya sehingga menjadi seperti satu kapal. Oleh warga, kapal itu disebut pincara.

Sementara itu, polisi turut mengawasi agar pincara tak kelebihan muatan. Mobil membatasi satu pincara hanya boleh mengangkut maksimal 5 sepeda motor.

Warga Wajo Sulsel raup untung Rp 15 juta per hari dari menjajakan jasa menyeberangkan sepeda motor warga saat banjirWarga Wajo Sulsel meraup untung Rp 15 juta per hari dari menjajakan jasa menyeberangkan sepeda motor saat banjir. (Zulkipli Natsir/detikcom)

"Kami melakukan pengawasan setiap saat. Jadi kami menekankan aturan bahwa dalam 1 pincara ini tidak boleh lebih dari 5 unit kendaraan sepeda motor karena itu beresiko," ucap Kapolsek Ajangale, Iptu Sriyono kepada detikcom di lokasi dermaga pincara.

Kondisi di lokasi saat ini, air di sepanjang aliran sungai Walannae turut menggenangi jalan Trans Nasional hingga ke wilayah Kabupaten Bone. Banjir membentang sepanjang 1 kilometer, dengan ketinggian air hingga 1 meter lebih.

Dusun Cempa masuk jalur transnasional yang menghubungkan Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone. Penyedia jasa pincara mematok tarif Rp 20 ribu rupiah sekali menyeberangkan motor.

Sebelum banjir melanda, para warga tersebut sehari-hari bekerja sebagai petani. Pincara ini mulai digunakan warga sebagai transportasi alternatif sejak 2 pekan lalu.

(aud/aud)