Prabowo Mau Beli 15 Jet Eurofighter Austria, Kemenhan: Agar Pertahanan Kuat

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 18:22 WIB
Menhan Prabowo Subianto kunjungan kerja ke Akmil Magelang
Menhan Prabowo Subianto (Dok. TNI AD)

Sebelumnya, Surat Prabowo Subianto ke Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner sudah beredar dan diberitakan berbagai media massa seluruh dunia. Surat itu tertanggal 10 Juli 2020.

Surat tersebut berbahasa Inggris, berkop surat Kementerian Pertahanan dengan lambang Garuda Pancasila di bagian paling atas. Nomor surat itu adalah 0/M/VII/2020.

Berikut adalah surat yang menjadi bahan berita dunia tersebut:

Jakarta, 10 Juli 2020

Nomor: 60/M/VII/2020
Subjek: Proposal pembelian pesawat Eurofighter Typhoon (namun saltik menjadi 'thyphoon' -red)

Ditujukan untuk Klaudia Tanner, Menteri Pertahanan, Kementerian Federal Republik Austria

Yang Mulia,
Izinkan saya ntuk menyampaikan langsung perkara yang sangat penting untuk Republik Indonesia.

Indonesia, sebagaimana Austria, punya tanggung jawab untuk melindungi warganya dan wilayahnya. Untuk itu, saya bermaksud melengkapi syarat organisasi bngkatan bersenjata Republik Indonesia, sehingga negara kami bisa memenuhi kewajiban sesuai hukum dan peraturan kami.

Karena saya selalu terkesan dengan teknologi dan pengetahuan Eropa, maka dengan hormat saya meminta kesediaan Anda untuk mendukung proposal berikut, saya harap proposal ini dapat mewujudkan kemanfaatan bersama untuk kedua negara.

Saya diberi tahu oleh Bapak WD Grosse bahwa Pemerintah Austria telah mengakuisisi Eurofighter Typhoon pada 2002. Hari ini, Austria telah mempunyai 15 pesawat tersebut. Untuk mencapai target saya memodernisasi Angkatan Udara Indonesia, saya hendak mengajukan pembicaraan resmi dengan Anda, Yang Mulia, untuk membeli semua 15 Eurofighter Typhoon dari Austria untuk Angkatan Udara Republik Indonesia.

Saya sangat paham berkenaan dengan topik Eurofighter dan dampaknya hingga sekarang di Austria, dan saya sangat sadar perihal sensitivitas tersebut. Namun demikian, saya yakin bahwa proposal saya menawarkan perubahan yang menjanjikan untuk kedua belah pihak.

Akhir kata, izinkan saya menyampaikan harapan yang tulus agar pembicaraan kita bisa memasuki babak baru dalam hubungan yang baik antara kedua negara. Saya menunggu balasan Anda.

Yang Mulia, mohon terimalah hormat saya.

Hormat kami,
Prabowo Subianto

Halaman

(dnu/dnu)