MK Tutup Perkara Nyapres Ki Gendeng Pamungkas karena Meninggal Dunia

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 17:21 WIB
Kegiatan di Mahkamah Konstitusi (MK) nampak berjalan normal seperti biasa. Rencananya, BPN Prabowo-Sandiaga akan menyampaikan gugatan Pemilu hari ini.
Gedung Mahkamah Konstitusi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Konstitusi (MK) menutup perkara atas permohonan Ki Gendeng Pamungkas yang hendak nyapres dari jalur independen. Perkara ditutup karena Ki Gendeng Pamungkas meninggal dunia saat perkara disidangkan di MK.

"Menyatakan permohonan nomor 35/PUU-XVIII/2020 mengenai permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap UUD Tahun 1945 ditarik kembali," demikian putusan MK yang dikutip dari website MK, Kamis (23/7/2020).

Sesuai dengan Pasal 34 UU MK, hakim konstitusi telah melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap permohonan Ki Gendeng pada 16 Juni 2020. Panel hakim meminta penjelasan dan kepastian kepada kuasa hukum pemohon apakah Ki Gendeng Pamungkas yang diberitakan tersebut adalah orang yang sama dengan pemohon prinsipal yang diwakili oleh kuasa hukum.

"Namun kuasa hukum menjelaskan bahwa yang meninggal dunia adalah Iman Santoso, bukan Ki Gendeng Pamungkas, pemohon prinsipal. Panel hakim meminta kepada kuasa pemohon untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dan disampaikan kepada panel hakim pada sidang panel dengan agenda pemeriksaan perbaikan permohonan pemohon," ujar majelis dalam sidang pada Rabu (22/7).

Pada 6 Juli 2020, MK meminta kembali kebenaran informasi tentang berita meninggalnya Ki Gendeng Pamungkas. Namun kuasa hukum tidak dapat memberikan informasi kepastian tentang berita dimaksud. Tetapi kuasa pemohon menyerahkan surat kematian Nomor 474.3/69- TGL, atas nama Iman Santoso.

"Panel hakim meragukan surat keterangan yang diserahkan kuasa pemohon," ujarnya.

Dalam persidangan pendahuluan tambahan pada 13 Juli 2020 dan kuasa hukum pemohon membenarkan bahwa Ki Gendeng Pamungkas telah meninggal dunia pada 6 Juni 2020, sehingga kuasa hukum pemohon tetap mencabut permohonannya.

"Terhadap penarikan kembali permohonan pemohon tersebut, Pasal 35 ayat (1) UU MK menyatakan, 'Pemohon dapat menarik kembali permohonan sebelum atau selama pemeriksaan Mahkamah Konstitusi dilakukan' dan Pasal 35 ayat (2) UU MK menyatakan bahwa penarikan kembali," ujar majelis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam permohonannya, Ki Gendeng merasakan perlu juga diberi hak mencalonkan diri sebagai capres. Apalagi capres yang diusulkan parpol/gabungan parpol akan tersandera partai pengusung sehingga akan menyulitkannya dalam mengamalkan Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila.

"Niat maju menjadi calon presiden dan/atau wakil presiden setelah dibukanya ruang tersebut, setelah menghitung angka kelahiran kebangkitan sejarah Indonesia tahun 1928, 1945, 1966, 1998, dan sekarang 2020," ucap Ki Gendeng saat itu.

Namun takdir berkata lain. Pada 7 Juni 2020, Ki Gendeng Pamungkas mengembuskan napas terakhir.

(asp/dhn)