Pencairan BLT II di DIY Molor
Senin, 02 Jan 2006 16:55 WIB
Yogyakarta - Pencairan dana kompensasi kenaikan BBM dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap kedua Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikanmundur. Paling cepat dana tersebut dapat dicairkan pada bulan Maret 2006. Hal itu disebabkan karena proses pendataan ulang yang dilakukan petugas dariBiro Pusat Statistik (BPS) belum selesai. "Pendataan ulang bagi yang dilakukan petugas baru akan selesai akhir Januari, sehingga bisa dipastikan mundur dua bulan lagi atau bulan Maret nanti," kataSekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DIY, Bambang Susanto Priyohadi, kepada wartawan di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (2/1/2006).Menurut Bambang, petugas BPS karena masih melakukan pendataan ulang sehingga sampai saat ini belum ada data secara pasti warga miskin yang akan menerima SLT tahap kedua ini. Sebab, SLT tahap pertama dengan kedua sudah pasti berbeda. "Karena itu, penerima SLT tahap pertama ada yang dicoret dan ada juga yang ditambah," katanya.Molornya pencairan dana tahap kedua ini disebabkan karena petugas baru selesai mendata pada akhir bulan Januari ini. Setelah data terkumpul akan disahkan olehpemerintah provinsi. Selanjutnya, daftar calon penerima SLT tahap II itu dikirim ke pemerintah pusat untuk diverifikasi atau mendapat persetujuan. Jika sudah disetujui, baru akan dibuatkan kartu bagi nama-nama baru calon penerima SLT tahap II."Setelah selesai, kartu tersebut dikirim ke kantor pos untuk didistribusikan ke kecamatan-kecamatan dan dibagikan kepada calon penerima," kata Bambang.Untuk menghindari adanya ancaman dari warga, kata Bambang, petugas BPS yang melakukan pendataan ulang di desa-desa atau dusun akan dikawal Hansip maupun aparat lainnya. Pengawalan ini dilakukan untuk menghindari ancaman dari masyarakat yang menuntut agar namanya dimasukkan sebagai calon penerima SLT tahap kedua. "Berdasarkan pengalaman yang lalu memang ada ancaman terhadap petugas. Kita juga ingin agar pendataan ulang ini benar-benar valid karena didampingi aparatsetempat yang tahu kondisi riil warganya," kata Bambang.Berdasar data penyaluran SLT tahap I yang diserahkan Oktober 2005 lalu, di seluruh DIY terdapat 223.956 kepala keluarga (KK) yang menerima SLT. Mereka terbagi di lima kabupaten dengan perincian Kabupaten Gunungkidul sebanyak 75.281 KK, Bantul 52.957 KK, Sleman 48.010 KK, Kulonprogo 34.354 KK dan Kota Yogyakarta sebanyak 13.354 KK.
(nrl/)











































