Catut Dukungan Warga, Balon Bupati Independen di Bengkulu Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 11:09 WIB
ilustrasi pilkada serentak 2015
Ilustrasi pilkada (Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta -

Bakal calon bupati dan wakil bupati Rejang Lebong, Syamsul Effendi dan Hendra Wahyudiansyah, ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diduga mencatut dukungan warga sebagai syarat maju ke Pilkada lewat jalur perseorangan atau independen.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu, Halid Saifullah, mengatakan penetapan tersangka terhadap Syamsul dan Hendra berawal dari laporan masyarakat mengenai pencatutan nama dukungan menggunakan KTP untuk Pilkada 2020.

"Jadi kasus yang di Rejang Lebong itu merupakan kasus yang sudah masuk tahap penyidikan dan sudah ditetapkan tersangkanya dan itu pertama di Indonesia dalam perhelatan Pilkada 2020," kata Halid Saifullah seperti dilansir dari Antara, Kamis (23/7/2020).

Upaya curang ini diduga dilakukan agar Syamsul dan Hendra bisa lolos pada tahap verifikasi administrasi di KPU Rejang Lebong. Namun, kasus ini terungkap saat dilakukan verifikasi faktual atas dukungan calon perseorangan.

"Kasus ini pertama dilaporkan ke kepolisian, kemudian oleh kepolisian didorong ke Gakkumdu dan setelah diskusi panjang akhirnya digunakan Pasal 184 juncto Pasal 81 dengan pendekatan pada syarat-syarat pencalonan dan ini akhirnya naik ke penyidikan," papar Halid.

Pihak KPUD Bengkulu menghormati upaya hukum praperadilan yang diajukan Syamsul Efendi dan Hendra Wahyudiansyah ke pengadilan negeri setempat. Dia menilai langkah yang ditempuh bakal calon tersebut merupakan langkah konstitusional yang diberikan oleh undang-undang.

Diketahui Syamsul dan Hendra telah mendaftarkan praperadilan terhadap penetapan tersangka atas dugaan pencatutan nama pada syarat dukungan bakal calon perseorangan ke Pengadilan Negeri Curup.

Humas Pengadilan Negeri Curup Riswan Herafiansyah membenarkan adanya pendaftaran praperadilan yang diajukan tim penasihat hukum Syamsul Efendi dan Hendra Wahyudiansyah dan telah terdaftar. Dia mengatakan Ketua Pengadilan Negeri Curup telah menunjuk hakim tunggal Ari Kurniawa sebagai hakim yang akan menangani perkara tersebut, dibantu panitera pengganti AK Bagus dan sidang pertama akan dilaksanakan pada Rabu (28/7).


Polisi Berupaya Jemput Paksa

Polres Rejang Lebong berupaya melakukan penjemputan paksa terhadap Syamsul dan Hendra. Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati independen Rejang Lebong tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencatutan dukungan masyarakat untuk syarat pencalonan.

Tonton video 'Jaksa Agung Pelototi Kampanye Hitam-Politik Uang di Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2