Tolak Pembukaan Peternakan Ayam, 500 Warga Cijeruk Demo
Senin, 02 Jan 2006 16:25 WIB
Jakarta -
Entah takut terkena flu burung atau tidak tahan bau dan lalat, ratusan warga di desa Tajur Halang dan desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Bogor menggelar demonstrasi menolak dibukanya peternakan ayam."Di desa kami ini ada tiga musim, yaitu musim panas, musim dingin, dan musim lalat. Kami sudah tidak tahan dengan lalat dan bau. Apalagi sekarang merebak virus flu burung," kata koordinator warga Samudi kepada detikcom, Senin (2/01/2006).Dikatakannya, ratusan warga yang berasal dari RW 5 dan RW 6 Desa Tajur Halang, warga RW 3 dan 5 Desa Palasari dengan menggunakan puluhan mobil menggeruduk kantor kecamatan Cijeruk.Mendapat serbuan warga itu, Camat Cijeruk yang didampingi oleh Danramil dan aparat kepolisian memulai dialog. Tapi warga tetap menolak dibukanya peternakan ayam milik seorang warga keturunan."Lahan yang digunakan itu sampai 5 hektar. Jumlah ayamnya bisa mencapai 180 ribu ekor. Pemiliknya dulu pernah membuat perjanjian dengan warga di atas materai, kalau peternakannya menimbulkan bau dan lalat maka siap ditutup. Ya akhirnya warga tetap menginginkan ditutup, karena lalat dan bau sudah sangat mengganggu," ujar Samudi.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































