Pemprov DKI: Jumlah Penumpang di Terminal Meningkat Pasca SIKM Ditiadakan

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 14:06 WIB
Terminal Jatijajar yang berada di kawasan Depok kembali beroperasi. Sebelumnya, terminal itu ditutup guna mengantisipasi penyebaran COVID-19.
Ilustrasi terminal (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan jumlah penumpang di terminal mengalami kenaikan pasca surat izin keluar-masuk (SIKM) Ditiadakan. Menurutnya, saat ini jumlah penumpang di terminal sudah ada ribuan orang setiap harinya.

"Jumlah penumpang naik signifikan, saat SIKM 1-2 orang di terminal, tapi sekarang hitungan kita sudah di angka 2.000-an per hari di terminal," ujar Syafrin di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2020).

Syafrin menjelaskan, di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi pergerakan masyarakat tidak lagi diatur. Namun, pola pergerakannya diatur dengan cara apabila masyarakat ingin keluar masuk Jakarta harus terlebih dahulu mengisi aplikasi Corona Likelihood Metric (CLM).

"Sekarang yang kita tuju adalah tidak lagi pembatasan, karena di masa transisi kan tidak ada pembatasan hanya 11 sektor yang berkegiatan, tapi semua sektor sudah beroperasi dan otomatis pergerakan orang tidak lagi dibatasi, tapi polanya dikendalikan agar penyebaran wabah bisa dikendalika dan bisa kita tekan. Polanya sekarang tidak lagi pembatasan, maka SIKM ditiadakan sejak 14 Juli," ucapnya.

Untuk pengawasannya, kata Syafrin, di semua tempat baik terminal, stasiun, masyarakat wajib melaksanakan protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

"Di terminal, di stasiun tetap protokol kesehatan ya, 3M jadi penting, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, bisa dengan hand sanitizer," katanya.

Sebelumnya, warga yang ingin keluar-masuk wilayah DKI Jakarta kini tak perlu lagi memiliki surat izin keluar-masuk (SIKM). Pemprov DKI Jakarta resmi meniadakan persyaratan SIKM itu.

"Iya, sejak tanggal 14 Juli kemarin SIKM ditiadakan," Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/7).

Namun, sebagai gantinya, Pemprov DKI memanfaatkan teknologi Corona Likelihood Metric (CLM). Warga yang ingin keluar-masuk wilayah DKI Jakarta harus mengisi data dalam CLM.
"Tapi warga diimbau mengisi aplikasi Corona Likelihood Metric (CLM)," ujarnya.

Syafrin mengatakan pengisian CLM itu dapat dilakukan melalui aplikasi ataupun website jaki.jakarta.go.id. Pemohon tinggal memasukkan data pribadi di aplikasi Jaki tersebut.

"Itu pengisiannya tetap melalui website, aplikasi CLM ada tentu masuk ke Jaki dan aplikasi CLM mengisi data di sana," ucapnya.

(mae/mae)