Gergaji Diselipkan Roti Tawar, 3 Tahanan Polresta Solo Kabur

Gergaji Diselipkan Roti Tawar, 3 Tahanan Polresta Solo Kabur

- detikNews
Senin, 02 Jan 2006 15:25 WIB
Solo - Tiga tahanan Polresta Solo berhasil kabur setelah menggergaji teralis atap kamar mandi. Satu di antaranya tertangkap kembali, sedangkan lainnya masih buron. Diduga mereka mendapatkan gergaji besi dari keluarga salah satu tahanan dengan memasukkannya di dalam kiriman roti tawar.Ketiga tahanan itu adalah Sulistyo dan Kasun -- keduanya tahanan kasus narkoba -- serta Bangkit, tahanan kasus pencurian kendaraan bermotor. "Mereka lari pukul 12.00 WIB tadi malam dengan cara menggergaji teralis atap kamar mandi," ujar Kapolresta Solo, AKBP Oneng Subroto kepada wartawan, Senin (2/1/2006).Dijelaskan oleh Oneng, setelah berhasil mencapai atap mereka lari melalui kompleks asrama polisi. Beberapa saat setelah itu segera dilakukan pengejaran. Namun hanya Kasun yang dapat ditangkap kembali di dekat Terminal Tirtonadi, Solo. Sedangkan dua lainnya lolos dan terus dilakukan pengejaran.Sumber di Polresta Solo menyebutkan, Kasun ditangkap saat memanggil taksi. Sulistyo dan Bangkit yang berada tidak jauh dari lokasi itu, begitu mengetahui temannya tertangkap, langsung lari dan tidak dapat terkejar oleh petugas. "Mungkin mereka hendak keluar kota dengan menumpang taksi," ujar sumber tersebut.Menurut Oneng, ada delapan ruangan tahanan di Mapolresta Solo. Salah satunya ditempati para tahanan yang kabur itu. Di ruangan itu terdapat enam orang, namun tiga tahanan lainnya menolak diajak kabur. Bahkan, kata Oneng, petugas mengetahui peristiwa itu juga dari teriakan para tahanan yang enggan diajak kabur tersebut.Lebih lanjut Oneng menyatakan, pihaknya telah menahan seorang pembesuk yang diduga menyelundupkan gergaji besi ke tahanan. "Dari keterangan yang diberikan saat kami periksa, dia mengarah sebagai pelaku penyelundupan barang itu. Dia adalah kakak dari Bangkit dan saat ini dia telah kami amankan," paparnya.Oneng juga berjanji akan menjatuhkan sanksi kepada anggotanya yang dinilai lalai dalam menjalankan tugas. Bentuk sanksi masih akan ditentukan nanti tergantung tingkat kesalahan masing-masing. "Karena mereka kabur lewat kamar mandi sehingga tidak dapat ditangkap oleh CCTV . Namun bukan berarti petugas jaga tidak bersalah," lanjutnya.Potensial Percobaan KaburSenin siang, empat anggota Komisi I DPRD Kota Solo menemui Kapolresta Solo untuk meminta penjelasan tentang peristiwa tersebut. Setelah melihat sel tahanan, pihak DPRD menyimpulkan penataan bangunan potensial untuk perencanaan tahanan lolos dari sel."Fisik bangunan masih bagus. Namun setelah kami lihat di kamar mandi itu memang di bagian dindingnya terdapat tonjolan keramik yang memungkinkan untuk dipanjat dan selanjutnya dijadikan alas berdiri untuk menggergaji teralis atap," ujar M Rodhi, salah seorang anggota DPRD Solo datang ke Mapolresta."Menurut kami, selain polisi harus semakin meningkatkan kewaspadaan dalam bertugas, juga harus mempertimbangkan panataan ruang dalam sel tahanan. Agar kejadian ini tidak terulang maka tonjolan-tonjolan di dinding tahanan seperti itu segera dihilangkan. Demikian juga bagian lain yang berpotensi dapat dipergunakan untuk lolosnya tahanan," lanjutnya. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini