Kejagung Periksa 3 Tersangka Kasus Impor Tekstil

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 21:35 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono
Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono. (Wilda-detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung RI terus mengusut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Dirjen Bea Dan Cukai Tahun 2018 S/D 2020. Hari ini penyidik memeriksa 3 orang tersangka sebagai saksi satu sama lainnya.

"Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan 4 (empat) orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Kewenangan Dalam Importasi Tekstil Pada Dirjen Bea Dan Cukai Tahun 2018 S/D 2020," kata Kapuspenkum Kejagung RI, Hari Setiyono, dalam keterangannya, Selasa (21/7/2020).

Adapun saksi yang diperiksa hari ini terdiri dari 3 tersangka dan 1 pihak swasta. Rinciannya adalah Sukiman selaku Karyawan PT Flemings Indo Batam, tersangka Hariyono Adi Wibowo (diperiksa lanjutan sebagai saksi), tersangka Kamaruddin Siregar, (diperiksa lanjutan sebagai saksi), Dedi Aldrian (diperiksa lanjutan sebagai saksi).

"Pemeriksaan 4 orang saksi tersebut terdapat 3 orang yang merupakan atau berstatus sebagai tersangka namun dalam hal ini yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya (saling menjadi saksi)," ungkap Hari.

Hari menuturkan pemeriksaan tersebut dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti tentang tata laksana proses importasi barang (komiditas perdagangan) dari luar negeri, khususnya untuk tekstil dari india yang mempunyai pengecuali tertentu dengan barang importasi lainnya serta mencari fakta tentang tata cara yang dilaksanakan oleh para tersangka.

Lebih lanjut, Hari juga menyampaikan, sebelumnya pada Senin (20/7) sempat dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka atas nama Mukhammad Muklas selaku Kepala Bidang Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPU Bea Cukai Batam 2017-2019 yang baru selesai pemeriksaanya setelah malam hari. Setelah selesai diperiksa, penyidik melakukan penahanan terhadap Muklas selama 20 hari kedepan di Rutan Salemba cabang Kejagung.

"Yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan rumah tahanan negara atau Rutan untuk masa selama 20 hari terhitung sejak 20 Juli 2020 s/d 08 Agustus 2020 berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Sprin-23/F.2/Fd.2/07/2020 tanggal 20 Juli 2020," kata Hari.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dalam importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai 2018-2020. Keempat tersangka merupakan pejabat di Bea-Cukai Batam dan satu lagi berlatar belakang pengusaha.

"Berdasarkan surat perintah penyidikan nomor 22 tanggal 27 April 2020 dan surat perintah penyidikan nomor 22 A tanggal 6 Mei 2020, pada hari ini menetapkan lima orang tersangka, empat masih pejabat aktif, yang satu pengusahanya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/6).

Selain Haryono, Adi, Kamaruddin, dan Dedi, dua tersangka dalam kasus ini adalah Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan KPU Bea-Cukai Batam inisial MM dan pemilik PT Flemings Indo Batam (FIB)-PT Peter Garmindo Prima (PGP) inisial IR.

Mereka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(yld/dhn)