PT Aurora Klaim Sudah Urus Barcode 243 Calon Jamaah
Senin, 02 Jan 2006 13:50 WIB
Jakarta - PT Aurora, penyelenggara BPHI Khusus, mengklaim telah menyelesaikan barcode bagi jamaah hajinya. Barcode merupakan tanda bagi penyelenggara haji yang telah melunasi pemondokan di Arab Saudi."Kita telah selesai mengurus hotel di Madinah, dan hari ini barcode telah keluar. Itu akan kita fax ke Depag sebagai bukti," kata Fahri, pengurus PT Aurora di Gedung Depag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (2/1/2006).Rencananya, tutur Fahri, barcode itu akan dikirim ke Depag pada Selasa. "Sebelum dzuhur akan kita serahkan ke Depag," tandasnya.Sekadar diketahui, PT Aurora memiliki 105 calon jamaah haji. PT Aurora merupakan perusahaan yang berada di bawah bendera PT Wisata Idaman. Selain PT Aurora, ada juga PT Bali Agung. Bali Agung memiliki 84 calon jamaah haji dan PT Wisata Idaman memiliki 54 calon jamaah, sehingga total dari tiga perusahaan ini ada 243 calon jamaah haji.Di tempat terpisah, Hadi Buana, calon jamaah dari PT Aurora yang berasal dari Semarang akan menuntut PT Aurora secara pidana atau perdata."Kita akan sewa pengacara kalau kita tidak jadi berangkat juga. Kita minta aset perusahaan dilelang untuk membayar uang jamaah," kata Hadi.Sementara jamaah asal Surabaya, Ichan, mengaku sudah memberikan 8.000 riyal kepada PT Aurora untuk mendapatkan barcode.Untuk diketahui, Dirut PT Wisata Idaman Sucipto Abdul Wahid diduga telah melarikan diri bersama istrinya, Leli Yuniarti Fajarsari.Leli sendiri menjabat sebagai Direktur PT Aurora. Begitu juga dengan adik Sucipto, Komariyah yang merupakan pengurus PT Bali Agung yang diduga kabur. Diperkirakan mereka telah membawa kabur uang senilai Rp 9,72 miliar milik calon jamaah.
(umi/)











































