Kejati Riau Dalami Kabar Oknum Jaksa Diduga Peras Kepsek di Inhu

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 20:16 WIB
Kajati Riau, Mia Amiati.
Kajati Riau, Mia Amiati. (Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Indragiri Hulu -

Oknum kejaksaan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, diduga memeras kepala sekolah (kepsek) sebesar Rp 65 juta. Pihak Kejati Riau mendalami informasi tersebut.

"Makanya kami akan mengklarifikasi. Ini kan sedang diperiksa diminta keterangan para pejabat dari Dinas Pendidikan, Inspektorat dan sejumlah kepala sekolah dan Bendahara," kata Kajati Riau, Mia Amiati, dalam jumpa pers di Kejati Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, Senin (20/7/2020).

Terkait dugaan oknum kejaksaan tersebut, Mia menyebutkan, setelah dilakukan klarifikasi, belum ada ditemukan keterkaitan oknum jaksa.

"Tapi kami dengar dari tim (pemeriksaan) kejaksaan ini satu-satu disampaikan bukan. Kita klarifikasi dari salah satu tim tidak ada," katanya.

Namun demikian, lanjut Mia, pihaknya tetap akan mendalami soal dugaan oknum kejaksaan diduga memeras kepala sekolah.

"Mencari kalau betul ada oknum. Karena kami juga tidak bisa diam kita harus bertindak bagaimana ketentuannya sesuai dengan SOP dalam pengawasan. Kalau memang ada kita akan memberikan hukum berat, baik itu dipecat atau dicabut jabatan fungsionalnya kalau dia jaksa. Nanti ada tahapnya," katanya.

"Tapi kami pastikan dulu yang namanya oknum ini siapa. Masih didalami, belum selesai pemeriksaannya. Pimpinan juga menunggu isu liar kejaksaan bertindak seperti itu," tutur Mia.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo, menambahkan soal dugaan oknum jaksa masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Keterlibatan oknum kejaksaan masih didalami karena hari ini meminta keterangan tim kejati 5 orang (dari kejaksaan Inhu). Dari Jumat sampai Senin minta keterangan kepala sekolah Bendara BOS termasuk Dinas Pendidikan dan Inspektorat," kata Raharjo.

Dia menjelaskan, dugaan tersebut masih perlu pendalaman.

"Dalami terlebih dahulu, mungkin di antara mereka mengumpulkan yang mengatasnamakan jaksa akan kita dalami apa yang menjadi tuduhan dimuat di media," kata Raharjo.

Sebelumnya Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Inhu, Ibrahim Alimin menjelaskan, pihaknya menerima pengunduran diri 64 Kepsek se Inhu. Ini karena adanya oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan soal dana BOS.

Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Guru RI (PGRI) Taufik Tanjung yang mendampingi para Kepsek menyebutkan adanya dugaan oknum jaksa upaya pemerasan.

"Jadi kita menerima keluh kesah para kepsek di Inhu. Ada kepsek dipanggil tanpa surat resmi, hanya melalui telepon. Diperiksa tanpa prosedur, dan oknum kejaksaan meminta uang Rp 65 juta agar tidak diganggu soal pengelolaan dana BOS," katanya.

"Kami terima kasih kepada Kejati Riau yang sudah merespons persoalan ini. Ini harus diusut sampai tuntas," tambah Taufik.

Tonton video 'Ortu Siswa Bawa Senpi dan Pukul Kepsek Terancam 10 Tahun Penjara':

(cha/idn)