9 Korban Banjir Bandang di Masamba Masih Hilang, 3 di Antaranya Anak-anak

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 18:57 WIB
Warga mengangkat boneka di sekitar lokasi banjir bandang Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (17/7/2020). Hingga hari ini, jumlah korban meninggal mencapai 32 orang sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/pras.
Sebuah boneka ditemukan hanyut ketika banjir bandang di Masambah mulai surut. (Abriawan Abhe/Antara Foto)
Makassar -

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih mencari 9 korban hilang dalam peristiwa banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang terjadi sepekan lalu. Dua di antara para korban hilang adalah anak berusia 3, 6, dan 15 tahun.

"Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran di antara batang-batang pohon dan juga melakukan penggalian menggunakan ekskavator, pencarian dilakukan hingga sore ini, namun tidak ada korban ditemukan untuk hari ini," ujar Humas Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar Hamsidar, Senin (20/7/2020).

Identitas 9 korban yang masih dicari ialah Irama (6), Akib Koro (50), Muhammad Toyib, Botta (51), Hendra (3), Riski (23), Aprilia Beddu (15), Suarni, dan Maria Sompu (73). Mereka berasal dari Kampung Petambua dan Kampung Radda, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara.

Proses pencarian dibagi dua posko, yakni di Posko Masamba dan Posko Radda. Selain data 9 korban hilang, lanjut Hamsidar, data korban banjir bandang Masamba yang diterima Posko SAR Masamba, korban meninggal dunia sebanyak 38 orang, sedangkan korban selamat sebanyak 1.543 orang.

"Tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain yang tidak sempat dilaporkan ke Posko SAR, atau tidak sempat tercatat. Meski demikian, potensi SAR gabungan, termasuk TNI-Polri terus berjuang di lapangan, bersama lebih 1.000 relawan kemanusiaan lainnya yang turut membantu korban di lokasi bencana," imbuh Hamsidar.

Hamsidar menambahkan, data perkembangan hari ini, sebanyak 3 korban meninggal berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Sulsel di Posko DVI yang didirikan di Masamba.

"Dari 38 korban meninggal yang ditemukan, masih ada 4 jenazah yang masih dalam proses identifikasi, kita masih menunggu hasilnya dari Tim DVI Polda Sulsel," pungkas Hamsidar.

Tonton video 'KLHK Ungkap 2 Faktor Penyebab Banjir Bandang di Luwu Utara':

(mna/aud)