Mendes PDTT Sebut 10.026 BUMDes Tak Terdampak COVID-19

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 18:41 WIB
Abdul Halim Iskandar
Foto: Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan di tengah melemahnya berbagai sektor bisnis akibat COVID-19, sebanyak 10.026 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masih bertahan dan tetap melakukan transaksi ekonomi. Kendati demikian, kata dia, upaya revitalisasi BUMDes tetap perlu digalakkan untuk menggeliatkan kembali roda perekonomian masyarakat.

"Yang harus dilakukan hari ini adalah revitalisasi BUMDes secara lebih masif agar segera terjadi geliat ekonomi dan kegiatan transaksi secara perekonomian di desa," ujar Halim dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2020)

Dia menuturkan dari 74.953 desa telah terbentuk sekitar 51.000 BUMDes di Indonesia. Sebelum pandemi COVID-19 terjadi, sekitar 37.000 di antaranya telah menjalankan usaha atau telah melakukan transaksi ekonomi. Belakangan, aktivitas ekonomi sejumlah BUMDes mengalami penurunan.

"Nah saat (pandemi) COVID-19, tinggal 10.026 BUMDes yang masih melakukan transaksi ekonomi. Memang terjadi penurunan yang luar biasa. Tapi masih ada BUMDes yang melakukan kegiatan perekonomian meski dalam keadaan yang sangat sulit karena pandemi," imbuh Abdul Halim saat pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Tulung Agung secara virtual itu.

Menurutnya 10.026 BUMDes tahan pandemi COVID-19 tersebut merupakan BUMDes yang berdiri atas dasar inisiatif masyarakat yang telah melalui telaah ekonomi dan bisnis. Berbeda dengan BUMDes yang berdiri karena program pemerintah kabupaten, cenderung tidak mampu bertahan.

"10.026 yang bertahan ini ternyata semua berdiri atas dasar telaah atas ekonomi dan bisnis yang dilakukan. Artinya ini berdiri karena telaah tingkat kebutuhan masyarakat, bukan karena program pemerintah kabupaten. Makanya revitalisasi ini kita gunakan sistem bottom up bukan top down," tutur Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Terkait hal tersebut, ia meminta mahasiswa dan dosen pendamping KKN IAIN Tulung Agung membantu mendampingi BUMDes dari sisi perencanaan bisnis. Menurutnya, perencanaan bisnis yang tepat dan matang sangat berpengaruh terhadap daya tahan BUMDes terhadap gejolak ekonomi.

"Tapi ingat, jangan sampai mengganggu perekonomian warga setempat," tandasnya.

Tonton video 'Sri Mulyani Paparkan Bukti Ekonomi RI Membaik':

(prf/ega)