Cerita Peserta UTBK Tahap II di UNJ: Keringatan-Sarung Tangan Lengket

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 13:23 WIB
Ujian tes berbasis komputer (UTBK) untuk masuk universitas digelar di UPN Veteran Jakarta. Tes tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.
ilustrasi UTBK (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahap II berlangsung di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Beragam tanggapan muncul dari para peserta usai melaksanakan ujian dengan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satu peserta, Patrick (18), mengatakan ia sedikit terganggu harus menjalani ujian dengan protokol kesehatan ketat. Dia mengaku tangannya sedikit basah karena keringat saat menggunakan sarung tangan.

"Sedikit (terganggu) sih soalnya agak keringatan juga kan tangan, buat ngerjain jadi kurang enak, tapi it's okay-lah," kata Patrick saat ditemui di dekat Gedung Pustikom, UNJ, Rawamangun, Jaktim, Senin (20/7/2020).

Salah satu peserta UTBK, PatrickSalah satu peserta UTBK, Patrick (Luqman Nurhadi/detikcom)

Meski begitu, kendala tersebut tidak menghalangi Patrick mengejar mimpinya menimba ilmu di Aktuaria, Universitas Indonesia. Dia tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada untuk keselamatan.

"Menurut saya sih bagus karena untuk mencegah juga kan penyebaran COVID-19," ungkap warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, itu.

Keluhan lain datang dari Rafael (18) mengenai sarung tangan yang lengket. Dia mengaku agak kurang nyaman saat harus mengerjakan UTBK.

"Kebetulan tadi pakai sarung tangannya lateks, jadi agak sedikit aneh ya bahannya kayak lengket banget, terus juga kurang begitu nyaman. Kalau masker sudah biasa sehari-hari naik motor juga pakai," ungkap Rafael.

Salah satu peserta UTBK, RafaelSalah satu peserta UTBK, Rafael (Luqman Nurhadi/detikcom)

Rafael tidak mempermasalahkan protokol kesehatan yang ketat selama UTBK di UNJ. Menurutnya, aturan tersebut masih bisa diikuti.

"Kan aturan tinggal diikutin saja sih nggak ada kendala banget kok, nggak yang terlalu ketat banget, maksudnya ketat tapi masih bisa diikuti," ujar peserta yang ingin masuk Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung itu.

Sementara itu, orang tua (ortu) peserta turut memberikan dukungan terhadap protokol kesehatan selama UTBK. Salah seorang ortu peserta, Yani (53), setuju dengan penerapan protokol kesehatan ketat selama ujian.

"Setuju saja karena bagus ketat gitu karena kita takut penularan, kita nggak tahu karena yang tes juga nggak sedikit, banyak. Menurut saya, dengan dia pakai sarung tangan, masker, hand sanitizer itu menurut saya sudah bagus sekali," ujar warga Tebet, Jakarta Selatan, itu.

Salah satu orang tua (ortu) peserta, YaniSalah satu orang tua (ortu) peserta, Yani. (Luqman Nurhadi/detikcom)

Sebelum ujian, Yani selalu berpesan agar anaknya tidak banyak ke luar rumah. Dia juga mengatakan masih ada rasa waswas menunggui anaknya mengikuti ujian di tengah pandemi COVID-19.

"Ujian ini kita support kalau dia di luar rumah pun ya kalau bisa sih kalau tidak ada kegiatan saya itu penginnya jangan ke luar lebih baik di rumah," ujar Yani.

"Bukan apa-apa karena pandemi ini kita belum tahu sampai kapan berakhirnya. Sebagai orang tua rasa ngeri-ngeri juga ada, nanti gimana caranya itu sudah baca dari media untuk menghindari itu," tambahnya.

Sebelumnya, jadwal tes dalam UTBK 2020 dibagi dalam dua tahap. Tahap I akan digelar pada 5-14 Juli 2020 dan tahap 2 digelar pada 20-29 Juli 2020. Hasil tes akan diumumkan pada 20 Agustus 2020.

Pelaksanaan Tes UTBK diubah menjadi dua sesi per hari. Sesi I dimulai pukul 09.00-11.15 waktu setempat dan sesi II dimulai pukul 14.00-16.15 waktu setempat. Jeda waktu pada pergantian sesi digunakan untuk pelaksanaan protokol kesehatan.

(isa/isa)