Pantau Antrean di Stasiun Bogor, Bima Arya: Situasi Sudah Cukup Normal

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 11:44 WIB
Pemkot Bogor
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya kembali menyambangi Stasiun Bogor. Saat tiba pukul 05.00 WIB, Bima menilai kepadatan di Stasiun Bogor lebih tinggi ketimbang Senin pekan lalu, namun masih terkendali.

Bima mendapati kepadatan di Stasiun terjadi hingga pukul 06.30 WIB. Dibandingkan pekan lalu, antrean sudah lengang di jam tersebut. Kondisi tersebut, jelas Bima, terjadi karena Senin pekan lalu ada penurunan jumlah penumpang KRL dikarenakan sejumlah warga Bogor diperkirakan sudah berangkat pada Minggu sore hingga malam.

"Hari ini kita lihat situasi yang cukup normal, Senin kemarin karena dua minggu lalu itu penuh sekali, kelihatannya minggu lalu banyak penumpang memilih minggu malam sehingga Senin jumlah penumpang turun. Kemudian karena minggu lalu turun dan agak sepi maka penumpang, Senin pagi ini kembali lagi," ujar Bima dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2020).

Dalam kunjungannya itu, Bima juga meninjau antrean penumpang yang menggunakan fasilitas bus gratis bantuan dari Kementerian Perhubungan dan Pemprov DKI Jakarta. 77 bus diterjunkan untuk mengurai kepadatan antrean di dalam Stasiun Bogor, 10 bus di antaranya diberangkatkan dari Pool Bus Damri yang terletak di sebelah Botani Square.

"Bus ini minggu lalu disiapkan 150 unit tapi setengahnya tidak terpakai. Makanya sekarang dikurangi dan sangat cukup 77 bus," jelas Bima.

Bima Arya juga sempat berbincang dengan pihak Kementerian Perhubungan, membahas ihwal opsi bantuan bus gratis yang tidak bisa permanen. Ia menuturkan, berdasarkan survei kepada penumpang, mereka bersedia untuk membayar tiket.

"Tidak mungkin semuanya gratis, sudah ada survei juga. Jadi warga bersedia membayar tiket bus. Asal tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu jauh tarifnya dengan kereta. Kita akan mempercepat itu, titik berangkatnya dari mana, harga tiketnya berapa karena tidak mungkin selamanya gratis di sini. Dan selama belum memungkinkan ditambah penumpang di dalam gerbong, maka bus berbayar ini jadi solusi utama," tuntas Bima.

(akn/ega)