Polri Kelebihan 43 Jenderal, Mayoritas Nganggur!
Senin, 02 Jan 2006 11:01 WIB
Jakarta - Negeri penuh jenderal, itulah Indonesia. Polri saja sampai surplus 43 jenderal. Sebagian besar jenderal ini belum mendapat tempat maupun jabatan alias menganggur.Sebagian lagi diarahkan menjadi tenaga pengajar di berbagai lembaga pendidikan Polri dan sebagian lainnya baru akan ditugaskan di luar lembaga kepolisian."Jumlah kelebihan jenderal di Polri itu bertambah setelah penyesuaian kepangkatan dilakukan Mabes Polri pascamutasi 28 perwira tinggi dan menengah pada pertengahan Desember lalu," ungkap Neta S Pane, ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Senin (2/1/2006).Dalam penyesuaian itu, 50 perwira tinggi dan menengah mengalamai kenaikan pangkat satu tingkat. Dengan demikian Polri kelebihan 2 jenderal bintang tiga, 10 jenderal bintang dua dan 31 jenderal bintang satu."Meski Polri kelebihan jenderal, tapi banyak perwira tinggi itu yang belum mendapat tempat," kata Neta."Jenderal nganggur" itu antara lain Irjen Iwan Pandji Winata yang sebelumnya Kapolda Sumut, Irjen Budi Setiawan (mantan Kepala Sespim Polri), Irjen Dadang Garnida (eks Kepala Lemdiklat Polri) dan Brigjen M Tosan (mantan Kapolda NTB). Tiga nama terakhir rencananya akan ditempatkan di luar lembaga Polri.Fakta di atas memprihatinkan IPW, lembaga yang banyak menyoroti kondisi Polri. Menurut IPW, kelebihan jenderal ini otomatis membawa dampak pada beban anggaran Polri. Padahal selama ini Polri selalu mengeluh kekurangan personel dan kekurangan anggaran, tapi di sisi lain Polri justru mengalami kelebihan jenderal dengan jumlah yang begitu banyak."Para 'jenderal surplus' ini justru harus dibiayai oleh Polri, dengan anggarannya yang minim tersebut," kata Neta.Menurut IPW, kelebihan jenderal di Polri ini memang merupakan warisan masa lalu. Pada tahun 2004, misalnya, Polri sudah mengalami kelebihan 30 jenderal, tujuh berpangkat irjen dan 23 brigjen. Terjadinya kelebihan 43 jenderal itu menunjukkan Polri belum profesional dalam menata organisasi maupun personelnya. Saat ini jumlah jenderal di Polri mencapai 182 orang, padahal DSP-nya 139 orang.Perinciannya dua jenderal berbintang empat, enam jenderal berbintang tiga, 45 jenderal bintang dua dan 129 jenderal bintang satu.Pada tahun 2006 ini, Polri akan mempesiunkan 565 personelnya. Namun dari jumlah itu hanya 19 jenderal yang pensiun, yakni 2 bintang tiga, 9 bintang dua, dan 6 bintang satu. "Di bulan Januari ini dua jenderal dipensiunkan, yakni Irjen Chairul Rasyid dan Brigjen Darwan Siregar," kata Neta.Sedangkan jenderal yang terakhir pensiun ada tiga orang, yaitu Komjen Ismerda Lebang, Brigjen Suharto dan Brigjen Riswahyono, semuanya pensiun bulan Desember 2005."IPW mengimbau Kapolri Jenderal Sutanto di masa mendatang tidak terlalu royal atau tidak terlalu mudah menaikkan pangkat seorang perwira menengah menjadi perwira tinggi," kata Neta.Neta mengharap kenaikan pangkat menuju perwira tinggi harus senantiasa memperhatikan DPS Polri, prestasi yang bersangkutan serta etika politis dan bukan berdasarkan suka atau tidak suka.
(nrl/)











































