Ma'ruf Amin Bicara Pencegahan Agar Pesantren Tak Jadi Klaster Baru Corona

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 19 Jul 2020 16:57 WIB
Wapres Maruf Amin
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengaku takut pesantren menjadi klaster baru dimasa pandemi Corona. Ma'ruf menilai pesantren bisa menjadi klaster baru bila proses belajar mengajar tidak disiapkan dengan baik.

"Dalam situasi sekarang ini kalau kita tidak persiapkan dengan baik, ini bisa jadi cluster baru. Ini saya lagi takutkan ini," ujar Ma'ruf dalam video sambutan acara silaturahmi santap siang bersama dan dialog dengan organisasi massa islam yang diupload di akun Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia, Minggu (19/7/2020).

Ma'ruf menilai, kemungkinan penyebab klaster baru bila tidak adanya penerapan protokol kesehatan. Ma'ruf mengaku mengetahui kondisi dalam pesantren karena dirinya merupakan alumni pesantren.

"Karena pesantren ini kan ini kalau tidak disiapkan bahaya. Datang kesana kemudian ada yang terpapar, itu bisa menjadi klaster baru di pesantren itu. Pesantren kan banyak yang tempatnya dempet-dempet, satu kamar mestinya 5 orang dipakai 15 orang. Sayakan alumni pesantren, tau," kata Ma'ruf.

Maka dari itu, Ma'ruf menyebut untuk melakukan pencegahan peserta pesantren yang masuk harus melakukan pengecekan terlebih dulu. Selain itu, perlu adanya kesiapan sarana yang dilakukan pesantren.

"Oleh karena itu pertama yang masuk itu harus steril, harus sudah dirapid, dites dulu," kata Ma'ruf.

"Kalau dipersiapkan dengan baik, ada cuci tangannya semua dan sebagainya, kamarnya diatur dengan baik. Tapi kalau tidak maka dia bisa jadi cluster baru untuk COVID itu," sambungnya.

Menurutnya, bila protokol kesehatan dijaga dengan baik maka pesantren justru dapat menjadi tempat paling aman. Hal ini karena tidak adanya kontak dengan pihak luar yang masuk ke dalam pesantren.

"Tapi kalau sudah disiapkan dengan baik, pesantren itu paling aman. Dia dikarantina, kemudian dikawal jangan sampai dia keluar, jangan sampai ada yang masuk. Maka dia lebih aman dari sekolah biasa, yang keluar bergaul kesana itu lebih tidak aman," tuturnya.

Tonton video 'Catat Rekor! Pasien Sembuh Covid-19 Capai 2.133':

(dwia/imk)