Waspada, Kawasan Jamarat di Mina Berubah Wajah

Waspada, Kawasan Jamarat di Mina Berubah Wajah

- detikNews
Senin, 02 Jan 2006 05:39 WIB
Madinah - Pemerintah Arab Saudi telah memperlebar kawasan di jamarat (tempat pelemparan jumrah) di Mina. Bangunan-bangunan yang dulu berdiri kokoh di jarak 40 meter dari jamarat digusur. Bekas-bekas bangunan ini kini telah diratakan dan disulap menjadi jalan. Bangunan-bangunan yang digusur ini termasuk ruko (rumah toko) di Bagalah, yang dulu menjadi basecamp panitia haji Indonesia. Karena itu, posko petugas haji Indonesia di jamarat di musim haji tahun ini akan berada di tempat yang lebih jauh daripada tahun lalu. Tenda-tenda yang tahun lalu biasa disewa oleh jamaah haji ONH plus (BPIH Khusus) yang berada sekitar 100 meter dari jamarat saat ini juga sudah tidak ada lagi. Kawasan ini juga sudah dijadikan jalan dan terowongan."Jadi, jamaah haji yang tahun lalu berhaji, tahun ini pasti akan kaget dengan perubahan ini. Jadi, sudah berubah total," kata salah seorang Wakil Daerah Kerja (Wakadaker) PPIH Madinah, Cepi Supriatna di Kantor Daker, Jl. Airport, Madinah, Minggu (1/1/2006). Cepi telah meninjau kawasan Arafah-Mina (Armina) beberapa hari lalu bersama pimpinan Daker Madinah lainnya. Kawasan Mina I dan Jamarat memang menjadi wilayah tugas Daker Madinah saat puncak haji nanti. "Sekarang, jalan di kawasan jamarat sangat lebar. Bila tidak waspada, maka jamaah haji akan tersesat. Karena itu, petugas haji akan melakukan gladi resik sebelum puncak haji untuk lebih mengenali medan," kata Cepi. Sementara itu, Wakadaker Madinah lainnya, Dr Anasrul S Rahman, menyampaikan engan pelebaran jalan di jamarat memang memungkinkan jamaah haji akan semakin banyak berkumpul di jamarat. "Tapi, kita akan semakin sulit memantau jamaah haji kita, karena kumpulan orang makin banyak," ungkap dia. Untuk mengantisipasi jamaah yang tersesat, di sepanjang percabangan jalan sejak Harratul Lisan sampai jamarat akan didirikan posko pelayanan lapangan (posyanlap) petugas haji Indonesia. Di posko ini akan dikibarkan bendera Merah Putih sebagai pertanda posko Indonesia. Jadi, jamaah yang bingung dengan jalan akan dengan mudah bertanya kepada petugas di posko itu. Di setiap posyanlap ini nanti juga akan disediakan kursi roda. Dengan alat ini, jamaah haji yang terjatuh atau jatuh sakit akan langsung bisa ditolong oleh petugas haji. Pada Sabtu (31/12/2005) kemarin, Gubernur Makkah yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Haji Pusat Arab Saudi Pangeran Abdul Majid juga telah meninjau proyek perluasan kawasan Jamarat ini. Untuk proyek perluasan di sekitar Armina, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan biaya 1 miliar Riyal. "Kita telah melakukan banyak perubahan di kawasan Jamarat, dengan didasarkan pada pengalaman-pengalaman tahun-tahun sebelumnya untuk mencegah berjubelnya jamaah dan musibah," kata Majid saat meninjau kawasan perluasan jamarat itu. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads