Jangan Biarkan Image Teroris Lebih Canggih dari Polisi

Jangan Biarkan Image Teroris Lebih Canggih dari Polisi

- detikNews
Minggu, 01 Jan 2006 18:15 WIB
Jakarta - Pemerintah dan kepolisian diharapkan mampu mengungkap kelompok penebar teror di Palu. Hal itu penting untuk menghindari menyebarnya image kelompok teroris lebih canggih dan terorganisir dibandingkan aparat keamanan dan pertahanan."Jangan sampai kemudian muncul kesimpulan di publik bahwa ternyata pelaku bom lebih canggih dan terorganisir dari aparat pertahanan dan keamanan," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI Almuzammil Yusuf kepada detikcom, Minggu (1/01/2006).Menurut anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kejadian ledakan bom di Palu bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, penegakan hukum pada kasus konflik besar Poso di masa lalu tidak optimal, sehingga mereka menempuh street justice.Kedua, ada kelompok provokator di Poso yang profesional dalam memanfaatkan psikologi dendam massa tersebut untuk terus menyebarkan teror dan permusuhan, sehingga pada gilirannya mereka bisa mencipatakan instabilitas bukan saja di lokal dan provinsi tapi juga nasional.Oleh karenanya solusinya juga minimal dua cara. Pertama, menyidik secara transparan dan memproses secara hukum otak pelaku pembantaian masa lalu tersebut agar tidak terus menimbulkan dendam publik. Kedua, mengungkapkan kelompok profesional yang memanfaatkan psikologi dendam massa tersebut. Jika kelompok profesional ini tidak juga ditangkap dan diungkap secara transparan maka akan melecehkan eksistensi dan kerja aparat keamanan (polisi) dan pertahanan (TNI) yang telah melakukan kerjasama untuk menyelesaikan masalah tersebut. (san/)


Berita Terkait