Tidak Ada Kembang Api Tahun Baru di Madinah

Tidak Ada Kembang Api Tahun Baru di Madinah

- detikNews
Minggu, 01 Jan 2006 06:02 WIB
Madinah - Jangan berharap ada pesta kembang api atau panggung hiburan musik untuk menyambut tahun baru Masehi di Kota Suci Madinah, Arab Saudi. Malam tahun baru Masehi di kota tempat hijrah Nabi Muhammad SAW ini dilalui seperti malam-malam biasa. Tak ada pesta, tak ada hura-hura.Wajar saja, karena Kota Suci Madinah tidak mengenal kalender Masehi. Di kota suci Madinah dan kota-kota lain di Arab Saudi hanya berlaku 1 kalender, yaitu kalender Hijriyah. Kwitansi-kwitansi pembelian barangsaja selalu tertulis tanggal Hijriyah.Di Madinah, tidak ada hingar-bingar panggung musik seperti di Jakarta. Juga tidak ada klub-klub malam atau kafe yang menyajikan live music. Hal-hal seperti ini dianggap tabu dan harus dijauhi di kota suci. Yang ada hanyalah restoran-restoran biasa. Karena itu, berdasar pemantauan detikcom di jalan-jalan di Kota Suci Madinah pada Sabtu (31/12/2005) malam hingga Minggu (1/1/2006) dinihari Waktu Arab Saudi (WAS), tidak ada warga Madinah yang merayakan tahun baru 2006 Masehi. Tak ada pesta kembang api, tak ada dangdutan.Di malam pergantian tahun 2005 ke 2006 ini, malam hari di Madinah berjalan seperti biasa. Jalanan tetap ramai oleh para pedagang yang membuka tokonya hingga pukul 00.00 WAS dan para jamaah haji yang membeli barang-barang.Rayakan Tahun Baru di Luar Negeri Meski di Madinah dan kota-kota di Arab Saudi tidak digelar pesta tahun baru, bukan berarti warga Arab Saudi tidak merayakannya. Sebagian warga Arab Saudi tetap merayakan budaya barat ini secara diam-diam, atau pergi ke luar negeri.Seperti dikutip Arab News, Sabtu (31/12/2005), sejumlah warga Saudi telah mempersiapkan peringatan tahun baru bersama dengan miliaran orang di dunia ini. Karena keterbatasan-keterbatasan peraturan yang dikeluarkan pemerintah Saudi, sebagian warga Saudi ini merayakan tahun baru secara diam-diam, atau melancong ke luar negeri hanya untuk merayakan Natal dan Tahun Baru.Bagi Saudi, perayaan tahun baru dan Natal seperti ini dapat mengubah kesan yang salah terhadap Islam dan kaum muslim. Pemerintah Arab Saudi hanya merayakan dua hari besar yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, baru-baru ini, pemerintah menambah lagi satu perayaan, yaitu perayaan Hari Nasional Kerajaan.Sebagian warga Saudi mulai ikut merayakan Tahun Baru dan Hari Natal sejak beberapa dekade lalu, khususnya setelah sebagian dari mereka mengambil studi di AS dan Eropa. Kehadiran ribuan pekerja asing yang nonmuslim di Arab Saudi juga menjadi alasan lain. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads