Jamaah Haji 1 Bus Nyaris Tak Ambil Miqat dari Bir Ali
Minggu, 01 Jan 2006 05:01 WIB
Madinah -
Hingga Minggu (1/1/2006) Waktu Arab Saudi (WAS), semua jamaah haji Indonesia, kecuali jamaah haji Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Khusus, sudah meninggalkan Kota Suci Madinah. Namun, ada kisah menarik saat pemberangkatan jamaah haji dari Madinah ke Makkah. Ada puluhan jamaah haji yang berada di dalam satu bus yang tidak mampir ke Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat (niat).Kejadian ini menimpa jamaah haji kloter 13 BTJ (Banda Aceh). Saat itu, rombongan jamaah haji ini diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah pada Kamis (29/12/2005) malam. Rombongan terbagi dalam beberapabus.Nah, semua bus yang membawa jamaah haji kloter 13 BTJ ini mampir ke Masjid Bir Ali, sekitar 15 km dari pusat Kota Madinah, kecuali bus nomor 7. Di Masjid Bir Ali inilah, para jamaah haji mengambil miqat untuk umrah haji.Sopir bus nomor 7 ini tancap gas terus dan tidak berbelok ke Masjid Bir Ali. Kebetulan ketua kloter 13 BTJ berada di bus ini. Namun, sang ketua kloter baru sadar bahwa bus tidak berbelok ke Bir Ali, setelah bus sudah jauh dari Bir Ali. Saat itulah sang ketua kloter mempertanyakan sopir bus dan memperingatkan sang sopir untuk kembali lagi ke Masjid Bir Ali, karena jamaah haji harus mengambil miqat dan berpakaian ihram dari tempat itu.Tapi, sopir bus SAPTCO (Saudi Arabia Public Transportation Company) yang berasal dari Mesir ini menolak perintah ketua kloter. Sopir bus tetap melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju Makkah. Lantas, ketua kloter menelepon Wakil Kepala Daerah Kerja (Wakadaker) Bidang Hubungan Instansi dan Protokol Madinah, Mashuri Ilam.Mendapat laporan itu, Mashuri pun langsung merespons dan menghubungi Majmuah dan Muasasah. Mashuri yang memang sudah bermukim belasan tahun di Arab Saudi ini memang jago bahasa Arab. Dia memprotes kenakalan sopir bus yang menolak mampir ke Masjid Bir Ali."Setelah itu muasasah meminta polisi jalan raya yang berada di Jl. Madinah-Jakarta untuk memberhentikan bus itu," kata Mashuri saat ditemui Minggu (1/1/2005) di Kantor Daker, Jl. Mathar (Airport), Madinah. Memang di jalan Raya Madinah-Makkah terdapat sejumlah check point yang dijaga ketat polisi.Nah, setelah polisi memberhentikan bus itu, akhirnya sang sopir pun tidak bisa berbuat apa-apa, selain kembali ke Masjid Bir Ali. Padahal saat itu bus sudah sampai di Restoran Sasco, sekitar 175 km dari pusatKota Madinah. Jamaah 1 bus itu pun akhirnya bisa melakukan miqat dan mengenakan pakaian ihram dari Masjid Bir Ali menuju Makkah."Muasasah telah mengembalikan sopir itu kepada perusahaan dan katanya dipulangkan ke negaranya, tidak dipakai lagi," kata Mashuri.Wakadaker Bimbingan Ibadah Najmuddin prihatin atas sikap sopir bus itu. Sebab, bila sampai ada jamaah haji yang tidak melakukan miqat, tentu berita miring akan cepat menyebar. "Bisa-bisa kerja keras kita akan bernasib seperti panas setahun diguyur hujan sehari. Untung ada Pak Mashuri," ungkap Najmuddin.
(asy/)










































