1.400 Petugas Keamanan Arab Saudi Siaga di Jamarat
Sabtu, 31 Des 2005 21:01 WIB
Makkah - Dalam pengamanan ibadah haji di musim haji 1426 H (2006 M), pemerintah Arab Saudi menyiagakan 20 ribu personel keamanan. 1.400 Personel petugas keamananakan ditempatkan di Jamarat (tempat pelemparan jumrah) di Mina. Jamarat memang tetap menjadi prioritas pengamanan oleh Arab Saudi. Sebab, di tempat inilah sering terjadi musibah yang menyebabkan banyaknya jamaah haji yangmeninggal dunia, akibat berebutan saat melempar jumrah. Pemerintah Arab Saudi berkomitmen memberikan pelayanan kepada jamaah haji dari berbagai belahan dunia agar bisa beribadah dengan aman dan nyaman. Karena itu,1.400 akan disiagakan di jembatan jamarat di Mina untuk mengontrol berjejalnya jamaah haji selama 4 hari puncak haji. Seperti dikutip Arab News, Sabtu (31/12/2005), Kolonel Adel Al-Muzayyen, komandan petugas keamanan di Jembatan Jamarat, menyatakan jumlah petugas yangdikerahkan ke Jamarat 1.400 pesonel lebih yang bertugas memantau penuh sesaknya jamaah di jamarat. Petugas juga akan bekerja ekstra untuk mengamankanlalu lintas jamaah dan kendaraan pada tanggal 12 Dzulhijjah, saat para jamaah haji menyelesaikan ritual hajinya dan kembali ke Makkah. Al Muzayyen menyatakan, misi utama dari petugas keamanan Jamarat adalah untuk melakukan operasi penyelematan jika terjadi kasus jamaah haji berebutmelempar jumrah. Namun, diharapkan kasus-kasus di Mina tidak terjadi lagi, sebab saat ini jalan untuk pejalan kaki telah diperluas sehingga bisa menampung 400 ribu jamaah haji. Letnan Jenderal Said Ibn Abdullah Al-Qahtani, Direktur Keamanan Publik Arab Saudi Kepolisian Arab Saudi, juga menjanjikan pihaknya akan memprioritaskan pengamanan dan keamanan tamu-tamu Allah. "Kita akan mencegah terjadinya insiden dan kita akan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, termasuk kemacetan lalu lintas, pencurian, pencopetan,dan kebakaran," kata Al Qahtani seraya menambahkan bahwa personel keamanan yang disiagakan untuk pengamanan haji berjumlah 20 ribu personel. TNI/Polri Pimpin Satops Armina Sementara itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia sudah membentuk struktur untuk menangani pelayanan jamaah haji Indonesia saat puncakhaji di kawasan Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina). Petugas haji yang berasal dari TNI/Polri akan dikerahkan dan memimpin Satuan Operasi (Satops). Mereka yang berjumlah 31 orang itu akan bergabung sekaligus melebur dengan petugas haji dari tiga daerah kerja (Daker): Jeddah, Makkah, dan Madinah.Satops Armina dipimpin langsung oleh Kolonel (Inf) M. Sukiman Azmi yang juga menjabat Karo Umum Depag. Azmi didampingi Kolonel (Inf) Samidin Nashir sebagaiWakasatops, yang sehari-harinya menjabat Ses Disbintal TNI-AD (Sekretaris Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat). Satops Armina membawahi tiga Satgas yakni Arafah, Mudzalifah, dan Mina. Kasatgas dijabat para Kadaker. Wakasatgas dijabat masing-masing wakil bidang pengamanan di setiap Daker. Wakasatgas Arafah dijabat Kombes (Pol) Thoha Masrukh Abdillah (Kantor Menko Polhukam), Wakasatgas Muzdalifah Kolonel (Inf) Fatwa Suratmoko, dan Wakasatgas Mina Kolonel (Kal) Suwarno. Thoha selama ini merupakan perwira di Bareskrim Mabes Polri yang ditugaskan di Kementrian Polhukam, Fatwa menjabat Kasubdis Ideologi Disbintal TNI AD).Para petugas haji Indonesia akan diberangkatkan ke Armina pada 8 Dzulhijjah dan akan menempati 26 pos di sepanjang Armina. Petugas haji Indonesia akan meninggalkan Armina pada 13 Dzulhijjah, setelah semua jamaah haji Indonesia bertolak kembali menuju Makkah.
(jon/)











































