Tahun 2006, Sopir Angkot Palembang Harapkan Subsidi
Sabtu, 31 Des 2005 20:44 WIB
Palembang - Tahun 2006 merupakan tahun yang diharapkan semua warga Indonesia memberikan perubahan yang baik bagi mereka. Tidak terkecuali para sopir angkutan umum di Palembang. Mereka berharap tahun 2006 Pemerintah memberi subsidi bahan bakar minyak buat angkutan umum. "Terus terang sejak kenaikan harga BBM, pendapatan kami turun. Memang, kami sudah menaikan biaya ongkos, dari Rp1.000 menjadi Rp2.000. Tapi, justru naiknya ongkos ini membuat kami sulit mencari penumpang," kata Umar, sopir angkutan kota jurusan Lemabang-Ampera kepada detikcom, Sabtu (31/12/2005). Menurut Umar, saat ongkos masih Rp1.000, dalam satu hari mereka dapat menarik uang sebesar Rp300 ribu. "Rp80 ribu buat bensin. Setoran 60 ribu. Sisanya buat kenek dan saya," katanya. Namun, kini, paling besar sehari hanya mendapatkan uang Rp250 ribu. "Ya, sehari bergaji Rp30 ribu bae sudah bagus," tegas Umar. Keluhan dan harapan yang sama juga dikatkan Udin, sopir angkutan umum jurusan Kenten Luat-Pasar Kuto. "Sehari bergaji Rp50 ribu itu sudah lemak nian. Kadang-kadang buat setoran bae kurang. Jadi, lemak ongkos Rp1000 dulu. Penumpang banyak," kata Udin. "Kalau Pemerintah nak menolong wong kecik, ya, jual bensin bersubsidi buat kami. Khusus angkutan umum," katanya. Penurunan penumpang angkutan umum cukup terasa di Palembang. Sebab kenaikan ongkos sebesar Rp2.000 per sekali jalan, sangat berat dirasakan masyarakat. Mereka pun memilih untuk berhemat untuk berpergian, bahkan sebagian memilih mengkredit sepeda motor. "Kalau naik angkot atau bus sehari saya bisa keluar Rp10 ribu. Jadi, sebulan Rp300 ribu. Nah, lebih baik mengkredit sepeda motor. Sebulan setoran cuma Rp250," kata Tommy, warga Kenten, yang sudah sebulan mengkredit sepeda motor buatan Cina.
(jon/)











































