Pria Loncat di Detos Depok, Polisi: Korban Coba Bunuh Diri

Jehan Nurhakim - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 00:01 WIB
Ilustrasi bunuh diri dari atas gedung
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Depok -

Seorang pria loncat dari lantai 1 Mall Depok Town Square (Detos), Kota Depok. Polisi menyebut, pria berusia 50 tahun itu diduga hendak bunuh diri.

"Percobaan bunuh diri, karena korban masih hidup," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Wadi Saabani dalam keterangan kepada detikcom, Jumat (17/7/2020).

Wadi mengatakan, korban mengalami luka patah tulang akibat loncat dari lantai 1 Detos. Pria loncat di Detos itu kini dirawat di rumah sakit.

"Alami patah tulang lengan," imbuh Wadi.

Seorang barista di kedai kopi di Detos, Ian Alfian sempat melihat korban mondar-mandir di lantai 1 sebelum loncat. Ian terkaget-kaget setelah melihat korban tergeletak di dekat kedai kopi.

"Dia mondar-mandir di lantai 1 itu. Dari awal sih emang udah kayak orang linglung, pengen turun tapi nggak turun," kata Ian Alfian, seorang barista di sebuah kedai kopi di Mal Detos, Jumat (17/7/2020).

Saat itu, Ian sedang beres-beres di kedai kopi. Tiba-tiba saja 'bruuukk!' Ian terkaget-kaget saat melihat korban sudah tergeletak di dekat kedainya.

"Dari furniture ini dia langsung ke bawah. Kalau pas lompatnya saya enggak lihat, cuma pas udah sampai bawah ngegedubrak. Saya kaget," tuturnya.

Sejumlah karyawan di mal kemudian mendekati korban. Sekitar 10 menit kemudian, polisi datang dan mengamankan lokasi kejadian.

"Kondisi sih enggak meninggal, cuma patah tulang aja," katanya.

Manajemen Detos angkat bicara terkait kejadian ini. Marcomm Manager Detos Ferry Nurdin mengatakan, pihaknya langsung membawa korban ke rumah sakit, sesaat setelah kejadian itu.

"Korban langsung kami tangani dengan membawa korban ke rumah sakit," kata Ferry dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (17/7/2020).

Insiden pria loncat di Detos ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Korban diperkirakan berusia 50 tahun loncat dari lantai 1 dan jatuh di lantai UG Mal Detos.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(mea/mea)