Mendikbud Nadiem Ingin Siswa yang Berprestasi di Jalur Seni Dapat Beasiswa

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 19:27 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Foto Mendikbud Nadiem Makarim: (Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berdialog dengan sejumlah budayawan mengenai esensi Merdeka Belajar. Nadiem pun menyampaikan gagasan untuk memperkuat pendekatan antara pendidikan seni dan peran guru.

"Seni adalah medium yang membantu murid dalam mengenali bakat mereka. Mengenali bakat, dimulai dari minat yang kemudian memunculkan kecintaan. Untuk menumbuhkan kecintaan itu, diperlukan orang dewasa sebagai teladan, yaitu para guru," kata Nadiem dalam keterangan yang diterima wartawan, Jumat (17/07).

Nadiem berharap penyempurnaan pendekatan pendidikan seni nantinya dapat menciptakan kesetaraan antara pendidikan seni dengan bidang pendidikan lainnya. Dia juga ingin peserta didik mendapatkan beasiswa melalui jalur prestasi bidang seni dan olahraga.

"Di negara-negara maju, peserta didik bisa mendapatkan beasiswa melalui jalur prestasi di bidang seni, maupun olahraga. Jalur ini nantinya harus bisa kita sediakan di Indonesia," ujar Nadiem.

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan bahwa tujuan pendidikan seni tak hanya untuk mencetak seniman. Namun, menurutnya, siswa diharapkan bisa semakin peka dalam berkarya.

"Respon terhadap kepekaan yang difasilitasi oleh guru, akan mendorong murid lebih merdeka dalam berkarya dan berinovasi," ujar Nadiem.

Gagasan Nadiem pun disambut positif oleh perupa Dolorosa Sinaga. Menurutnya, pendidikan seni adalah prasyarat dari kemerdekaan berpikir.

"Pendidikan seni adalah prasyarat kemerdekaan berpikir. Seperti pelajaran sains, melalui pendidikan seni yang berbasis proyek (project-based), anak-anak dapat menggali berbagai pengetahuan dari proses berekspresi dan berkarya," ujar Dolorosa.

Dalam kesempatan yang sama, kritikus dan kurator seni, Hikmat Darmawan berpendapat soal pentingnya aspek kelokalan untuk penguatan karakter. Dia mengatakan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang ada dapat memperkaya pendidikan seni dan memperkuat karakter kebhibekaan peserta didik.

"Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang telah dirumuskan oleh setiap kabupaten/kota dan provinsi dan kemudian menjadi dasar penyusunan strategi kebudayaan nasional, dapat memperkaya pendidikan seni sekaligus memperkuat karakter kebhinekaan peserta didik," ucap Hikmat.

(zap/zap)