LKBH PGRI Riau: Kepsek di Inhu Tak Tahan dengan Permainan Oknum Kejaksaan-LSM

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 19:02 WIB
empty classroom view
Ilustrasi sekolah (Foto: dok. iStock)
Indragiri Hulu -

Seluruh kepala SMP negeri di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mengundurkan diri karena diperas oleh oknum LSM. Menurut Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Provinsi Riau, oknum LSM yang memeras para kepsek tersebut bekerja sama dengan oknum kejaksaan.

"Persoalan yang dihadapi para kepala sekolah di Inhu itu, mereka tak tahan akan diperas oknum kejaksaan," kata Ketua Biro LKBH PGRI Provinsi Riau Taufik kepada detikcom, Jumat (17/7/2020).

LKBH PGRI Provinsi turun langsung menyelidiki mundurnya para kepsek tersebut. Taufik menyebut pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan para kepsek tersebut.

"Jadi, dalam pertemuan kita dengan para kepsek, intinya mereka tidak tahan diintimidasi oleh oknum kejaksaan. Oknum kejaksaan itu diduga akan melakukan pemerasan terhadap kepsek terkait penggunaan dana BOS (bantuan operasional sekolah)," sebut Taufik.

Modusnya, kata Taufik, oknum LSM mencari-cari kesalahan para kepsek tersebut dalam pengelolaan dana BOS dan memberikan informasi ke oknum jaksa. Selanjutnya, jaksa menggertak seolah-olah akan melakukan penyelidikan.

"Para kepsek ini sudah tidak tahan lagi menjadi upaya pemerasan yang dilakukan permainan oknum kejaksaan dengan LSM itu. Mereka diintimidasi, digertak oleh oknum kejaksaan," kata Taufik.

Sebelumnya, Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Inhu Ibrahim menyebut 64 kepala SMP negeri di Inhu mengundurkan diri. Menurut Ibrahim, para kepsek itu mundur karena diduga diperas oleh oknum LSM terkait pengelolaan dana BOS.

"Alasan mereka itu tak tahan diperas oknum LSM terkait dana BOS. Makanya mereka lebih baik memilih mundur dari jabatannya untuk menjadi guru biasa saja," ucapnya, Kamis (16/7).

(cha/zak)