Bom Aktif Ditemukan Di Rumah Wakil Ketua DPRD Lampung

Bom Aktif Ditemukan Di Rumah Wakil Ketua DPRD Lampung

- detikNews
Sabtu, 31 Des 2005 13:01 WIB
Jakarta - Menjelang tutup tahun, aksi teror bermunculan di berbagai tempat. Setelah Palu diguncang bom pada pagi hari, sebuah bom aktif ditemukan di kediaman Wakil Ketua DPRD Lampung, Nur Hasanah.Bom yang dibungkus dalam sebuah kardus tersebut ditemukan oleh seorang petugas satpol PP, Syahrul Abidin, Sabtu (31/12/2005) pukul 06.00 WIB. Saat itu, Nur sedang asyik membaca surat kabar di beranda rumah yang beralamat di Jalan Nusantara II No. 8, Kedaton, B. Lampung, ini. "Saya kaget ketika diberitahu ada bom," ujar Nur.Nur kemudian langsung menuju lokasi ditemukannya bom yang berada di sisi luar pagar rumahnya. "Saya melihat ada jarum jam. Dan saya yakin ini seperti bom kayak di tayangan televisi," tuturnya.Setelah itu, Nur langsung menelepon pihak kepolisian. Dan sekitar 15 menit kemudian, sejumlah polisi datang guna mengecek keberadaan bom tersebut. Nur pun kemudian diminta mengosongkan rumah. Sebab, polisi memastikan bom yang ditemukan adalah bom aktif yang berdaya ledak rendah. Tidak lama kemudian, tim gegana dan Kapolda Lampung Brigjen Suharijono Kamino. Dan sekitar pukul 08.00 WIB, bom tersebut diledakkan.Nur mengaku selama ini tidak pernah menerima ancaman. "Saya merasa ini tidak ada kaitannya dengan pembahasan RAPBD yang kami lakukan karena itu kan memang tugas negara yang harus dilaksanakan," kata Nur saat dihubungi detikcom pertelepon, Sabtu (31/12/2005).Sekadar diketahui, kisruh kepemimpinan di Lampung ikut merembet ke wilayah DPRD. Lembaga legislatif ini kini terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama yakni menolak kepemimpinan Sjaroeddin ZP sebagai Gubernur Lampung. Kubu ini disokong Partai Golkar, PKS, PKB, dan PAN. Sedangkan kubu kedua tetap mengakui keberadaan Sjahroeddin. Kubu ini motori oleh PDIP. Kubu yang kedua inilah yang kemudian menggelar pembahasan RAPBD 2006. Sedangkan kubu yang menolak Sjahroeddin tidak ada yang mengikuti rapat. (ton/)


Berita Terkait