Buka Tahun Ajaran Baru Sekolah Unggulan, Ketua CT ARSA Tekankan Pentingnya Pendidikan

Tim - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 18:10 WIB
Kumpulan foto acara pembukaan tahun ajaran baru secara online dan proses wisuda tahun 2019 sebelum pandemi
Foto: Kumpulan foto acara pembukaan tahun ajaran baru secara online dan proses wisuda tahun 2019 sebelum pandemi (ist)
Jakarta -

Kondisi pandemi mengubah banyak hal di dunia pendidikan. Termasuk dalam proses pembukaan tahun ajaran baru 2020-2021. Hal ini dilakukan juga oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggulan CT ARSA Foundation di dua lokasi, Deli Serdang, Sumatera Utara dan Sukoharjo, Jawa Tengah. Kamis, 16 Juli 2020, kedua sekolah resmi membuka tahun ajaran baru secara online.

Lebih dari 2.000 siswa mendaftar masuk SMA Unggulan CT ARSA Foundation Deli Serdang dan Sukoharjo. Jumlah yang semakin meningkat, mengingat sekolah ini adalah sekolah berasrama gratis bagi masyarakat tidak mampu namun berprestasi.

Kelulusan siswa ditentukan oleh hasil tes akademik, wawancara, dan latar belakang pendaftar sebagai masyarakat tidak mampu.

Sekolah yang sudah meluluskan hampir 100 persen siswa ke berbagai universitas ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, serta Institut Teknologi Bandung ini, tidak hanya mengutamakan prestasi akademik, namun juga menanamkan karakter dan budi pekerti luhur.

Pembukaan tahun ajaran baru 2020-2021 secara resmi dibuka oleh Ketua CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung.

Kumpulan foto acara pembukaan tahun ajaran baru secara online dan proses wisuda tahun 2019 sebelum pandemiKumpulan foto acara pembukaan tahun ajaran baru secara online dan proses wisuda tahun 2019 sebelum pandemi Foto: Kumpulan foto acara pembukaan tahun ajaran baru secara online dan proses wisuda tahun 2019 sebelum pandemi (ist)

Dalam sambutannya, Anita Ratnasari Tanjung menyampaikan pentingnya pendidikan dalam kemajuan bangsa. Kondisi pandemi, bukanlah halangan untuk menjadi generasi yang unggul.

"Apapun alasannya, pendidikan tidak boleh berhenti. Pendidikan adalah mesin penggerak dan pencetak generasi bangsa yang berkualitas. Untuk para guru, diharapkan untuk mendidik siswa dengan berdaptasi dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Era digitalisasi saat ini harus kita hadapi agar bisa membentuk anak didik yang unggul dan berkualitas," ucapnya.

Ia juga memberikan selamat dan pesan pada siswa yang lulus sekolah dan lulus tes masuk.

"Selamat untuk anak-anakku tersayang. Pesan bunda, kalian harus bersyukur karena kalian adalah anak-anak terpilih untuk masuk ke sekolah ini, dari ribuan anak-anak yang ingin bersekolah disini. Jangan sia-siakan waktu. Berjuanglah keras, belajar giat, raih prestasi setinggi-tingginya, pantang menyerah, terus berinovasi, serta harus memiliki karakter dan kepribadian yang baik," ucap Anita Ratnasari Tanjung kepada ratusan partisipan yang hadir melalui online.

Dalam acara, masing-masing kepala sekolah memberikan laporan terkait kegiatan. Mengikuti kebijakan pemerintah selama pandemi, SMA Unggulan CT ARSA Foundation melakukan adaptasi terhadap kebiasaan baru dalam proses belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online.

Daerah asal para siswa yang beragam dan terkendala signal serta perangkat yang kurang mendukung, menjadi sekian rintangan yang harus dihadapi. Namun, berkat kerjasama dan semangat para kepala sekolah, guru, serta siswa-siswi, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar. Bekerja sama dengan perangkat desa dan wilayah setempat, membelikan kuota bagi para siswa-siswi, hingga memfasilitasi dengan perangkat yang memadai, menjadi solusi belajar di tengah kondisi ini.

Fokus terhadap pendidikan di Indonesia, CT ARSA Foundation tidak hanya membangun sekolah unggulan ini. Sekolah juga dibangun hingga pedalaman Indonesia, seperti Wamena di Papua, Sumba, Lelogama, Nunuanah di NTT, dan Tana Toraja di Sulawesi Selatan.

Demi pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia, harapannya pemerintah lebih memperhatikan kesiapan infrastruktur hingga ketersediaan listrik dan dukungan signal di pedalaman Indonesia. Sehingga sistem digitalisasi dunia pendidikan yang saat ini diberlakukan oleh pemerintah bisa sampai sosialisasi dan praktiknya ke para siswa dan guru disana.

Acara yang berlangsung selama satu jam ini, diakhiri foto bersama secara online.

(hri/hri)