Kurangi Biaya Melaut, Nelayan Gunakan Formalin

Kurangi Biaya Melaut, Nelayan Gunakan Formalin

- detikNews
Sabtu, 31 Des 2005 06:13 WIB
Jakarta - Penggunaan formalin ternyata tidak hanya digunakan untuk ikan asin, ditemukan juga pada ikan segar hasil tangkapan nelayan. Sejumlah nelayan di Muara Baru, Jakarta Utara menggunakan pengawet mayat ini untuk mengawetkan hasil tangkapan melaut.Menurut seorang anak buah kapal ikan yang sudah 10 tahun melaut bernama Darman, penggunaan formalin sudah dilakukan sejak dulu. Penggunaan formalin semakin semarak sejak kenaikan harga solar dan harga es balok yang digunakan untuk mengawetkan ikan."Kalau formalin sebenarnya sudah kita pakai sejak dulu mas, tapi tidak terlalu banyak. Sejak harga solar dan es balok naik dua kali lipat terpaksa kita pakai lebih banyak, biar biaya melaut bisa dikurangi," ujar Darman, Jumat (30/12/2005).Sebagian besar kapal ikan yang bersandar di Muara Baru rata-rata melaut minimal 14 hari. Dulu, formalin biasa digunakan sebagai cadangan bahan pengawet apabila kapal ikan tersebut melaut di atas 14 hari. Sekarang formalin digunakan sebagai bahan pengawet utama dibanding es balok."Coba saja dihitung, harga formalin per liter Rp 7.500 dan itu bila sudah dicampur dengan air bisa untuk mengawetkan minimal satu ton ikan. Kalau pake es batu harga per baloknya Rp.7.000 dan untuk kapal ukuran 5 sampai 10 ton, kita butuh paling sedikit 400 balok es. Besar sekali selisihnya," jelas Darman.Dia mengaku tahu bahaya formalin yang digunakannya. Namun dia bersama rekan-rekannya tidak punya pilihan lain selain menggunakan formalin. Apalagi harga ikan yang dijualnya tidak mengalami kenaikan berarti. Untuk itu Darman hanya pasrah jika pemerintah akan melakukan razia terhadap nelayan yang menggunakan formalin. Dia berharap pemeritah tidak hanya menindak, tapi bisa memberikan solusi alternatif terhadap permasalahannya."Saya sebenarnya tahu bahayanya, tapi mau bagaimana lagi. Kalau kita pakai balok es, hasil tangkapan kita tidak cukup buat biaya melaut. Saya berharap pemerintah bisa memberikan jalan keluar yang terbaik," harapnya.Selama ini para nelayan di Muara Baru memang tidak pernah diperiksa apakah menggunakan formalin atau tidak. Sejak adanya pemberitaan yang gencar di media massa, beberapa waktu yang lalu dirinya mendapatkan himbauan dari petugas pelabuhan agar tidak menggunakan formalin lagi. sedangkan mengenai sanksi ataupun denda, baik dirinya maupun rekan-rekannya di Muara Baru belum pernah mendapatkannya."Biasalah, kalau lagi ramai saja mereka menghimbau tapi sebenarnya kita tahu. Neraka sebenarnya mengerti kondisi kita kok," tukas Darman. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads