Soal Semar yang 'Dampingi' Gibran Rakabuming

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 16:05 WIB
Gibran Rakabuming Raka bicara soal dukungan Gerindra, Solo, Selasa (11/2/2020).
Gibran Rakabuming Raka (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Jakarta -

Gibran Rakabuming Raka putra Jokowi didampingi Teguh Prakosa maju ke Pilkada Solo 2020. Teguh mengibaratkan dirinya seperti sosok Semar di pewayangan. Begini karakter Semar dalam pewayangan.

Sri Mulyono dalam bukunya berjudul 'Apa dan Siapa Semar', menjelaskan bahwa Semar adalah karakter pewayangan asli Nusantara, lain dengan karakter-karakter lain yang berasal dari adopsi epos Mahabharata dan Ramayana India. Sosok Semar bahkan dipercaya sebagai salah seorang leluhur era prasejarah. Sosok Semar berkembang menjadi karakter mitologis yang sakral.

Sebagaimana disebut oleh Teguh, Semar memang punya karakter momong alias mengasuh sekaligus mengabdi. Semar mengabdi kepada Pandawa Lima: Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

"Bahwa Semar dalam pewayangan merupakan panakawan dari para satria yang luhur budinya dan baik pekertinya. Ia mengabdi tanpa pamrih. Ia berada di depan tetapi tidak menguasai. Ia memberi contoh dan mengajar, namun tanpa kata, ia berada di samping tetapi tidak menyamai. Ia memberi semangat dan kekuatan. Ia berada di belakang tetapi tidak dikuasai. Ia mendorong dan merestui. Ia pun sebagai panakawan mempunyai multifungsi," demikian tulis Sri Mulyono dalam bukunya, halaman 116.

Jadi, meskipun mengabdi kepada para kesatria, tetapi Semar bukanlah pembantu rendah. Semar dihormati oleh para kesatria pewayangan.

Berikut adalah fungsi-fungsi Semar:
- Sebagai penasihat atau cahaya tuntunan saat kesatria mengalami kesukaran
- Sebagai pemberi semangat pada waktu kesatria putus asa
- Sebagai penyelamat pada waktu kesatria dalam keadaan bahaya
- Sebagai pencegah pada waktu kesatria dalam amukan nafsu
- Sebagai teman pada waktu kesatria kesepian
- Sebagai penyembuh pada waktu kesatria sakit
- Sebagai penghibur pada waktu kesatria susah

Wayang kulit Semar raksasa di depan Graha Saba Buana, Selasa (7/11/2017)Ilustrasi: Wayang kulit Semar raksasa di depan Graha Saba Buana, Selasa (7/11/2017). (Danu Damarjati-detikcom)

Selanjutnya
Halaman
1 2