Kejahatan Naik 18,8%, Perampokan Emas 5 Kg Jadi PR Polda Yogya

Kejahatan Naik 18,8%, Perampokan Emas 5 Kg Jadi PR Polda Yogya

- detikNews
Jumat, 30 Des 2005 16:41 WIB
Yogyakarta - Tahun 2005 tingkat kejahatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat 18,8 persen. Sepanjang tahun 2005 kasus kejahatan terhadap kekayaan negara juga meningkat 273,3 persen atau sebanyak 56 kasus.Hal itu disampaikan oleh Kapolda DIY Brigjen Bambang Aris Sampurno Djati kepada wartawan seusai menghadiri ulang tahun Satpam di Pendopo Paramsya Kabupaten Bantul, Jumat (30/12/2005)."Ada kenaikan terutama kejahatan konvensional dari 2,59 persen di tahun 2004 menjadi 2.683 kasus di tahun 2005. Tingkat penyelesaiannya juga naik 37 persen," kata Bambang.Selama tahun 2005 ini, kasus yang paling menonjol yang ditangani Polda DIY adalah kasus kejahatan kekayaan negara seperti kasus korupsi dan illegal logging sebanyak 56 kasus atau naik 273,3 persen. Sedangkan tingkat penyelesaian kasus juga mengalami kenaikan 253 persen. Dari 13 kasus, lima kasus sudah sampai ke pengadilan. Bahkan kasus korupsi pengadaan kapal nelayan oleh mantan Bupati Gunungkidul, Yoetikno, sudah divonis. "Sedang untuk illegal logging mencapai 18 kasus dan 17 di antaranya sudah diselesaikan," katanya.Menurut Bambang, kasus lain seperti unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa terutama untuk menentang berbagai kebijakan pemerintah juga mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Pada tahun 2005 tercatat 339 kasus. Sedangkan di tahun 2004 hanya 286 kasus.Gangguan kamtibmas selama bulan Januari hingga Desember 2005 mencapai 273 kasus. Pada tahun 2004 mencapai 254 kasus atau naik 2,2 persen. Khusus mengenai kejahatan transnasional seperti terorisme selama tahun 2005 tidak ada, hanya ada dua kasus yakni tertangkapnya 3 pelaku pengeboman Masjid Besar Kauman dan di taman Parkir Bank Indonesia. "Semua itu hanya tunggakan kasus tahun sebelumnya," katanya.Untuk pelanggaran lalu-lintas justru mengalami penurunan dari 56.839 kasus menjadi 56.593 kasus. Sedang kasus narkoba dan penyakit masyarakat (pekat) juga turun dari 259 kasus menjadi 234 kasus atau turun 10 persen. "Angka kecelakaan lalu-lintas di wilayah Polda DIY juga menurun dari 451 kasus menjadi 312 kasus atau turun 32,4 persen," tegas Bambang.Bambang menambahkan, Polda DIY juga masih mempunyai prioritas kasus yang harus segera diselesaikan yakni kasus perampokan Toko Emas Cahaya Mas di Jl Simanjuntak pada tanggal 12 Desember 2005 yang belum terungkap dan tertangkap pelakunya. Kasus perampokan itu telah menewaskan 2 nyawa dan satu orang luka dengan kerugian sekitar 5 kilogram perhiasan emas atau senilai Rp 650 juta."Ini masih jadi PR bagi kita terutama Poltabes Yogyakarta dan Polda DIY. Saat ini kita juga dibantu oleh Mabes Polri, mengingat peristiwa serupa beberapa waktu ini juga terjadi di kota lain. Setiap hari kita terus berkoordinasi dengan Mabes Polri," tegas Bambang. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini