Begini Penampakan Massa Buruh yang Demo di Sekitar DPR Tolak RUU Ciptaker

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 15:29 WIB
Massa buruh unjuk rasa di sekitar kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Foto: Massa buruh unjuk rasa di sekitar kompleks MPR/DPR. (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Massa buruh melakukan unjuk rasa di sekitar gedung MPR/DPR RI. Semuanya berkerumun tanpa memperhatikan jaga jarak atau physical distancing.

Pantauan detikcom, Kamis (16/7/2020) sekitar pukul 14.45 WIB di Jalan Gatot Subroto, massa yang tergabung dalam berbagai aliansi buruh melakukan unjuk rasa untuk menolak omnibus law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) di DPR/MPR RI. Mahasiswa pun ikut dalam aksi menolak omnibus law ini.

Massa buruh unjuk rasa di sekitar kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (16/7/2020).Foto: Massa buruh unjuk rasa di sekitar kompleks MPR/DPR. (Sachril/detikcom)

Ada massa buruh yang duduk di jalur TransJakarta. Ada juga massa buruh yang duduk di atas tembok pagar pembatas jalan tol. Lalu massa buruh lainnya, memadati Jalan Gatot Subroto dengan berdiri di mengelilingi mobil komando untuk mendengarkan orator berbicara.

"Hidup rakyat Indonesia, hidup buruh," teriak orator dari mobil komando.

Berbagi spanduk dibentangkan di jembatan penyeberangan orang (JPO). Sebagian spanduk ditempel di pagar gedung DPR.

Tidak ada jaga jarak dalam aksi ini. Semuanya berkerumun. Semua membaur menjadi satu untuk menolak omnibus law RUU Ciptaker.

Unjuk rasa ini dibatasi dengan kawat besi berduri. Polisi pun melakukan penjagaan di balik kawat besi. Sebab di sisi lainnya, ada massa Persaudaraan Alumni (PA) dkk 212 yang juga melakukan unjuk rasa untuk menolak RUU HIP. Satu mobil pengurai massa atau Raisa juga disiagakan.

Massa buruh unjuk rasa di sekitar kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (16/7/2020).Foto: Massa buruh unjuk rasa di sekitar kompleks MPR/DPR. (Sachril/detikcom)

Sesekali massa mendorong kawat berduri. Massa tampak mencoba masuk agar bisa berada di depan gerbang gedung DPR. Polisi pun menenangkan massa.

"Harap tenang, jangan ada provokator," teriak orator.

Hingga pukul 15.00 WIB aksi masih berlangsung. Untuk massa PA 212 juga tak memperhatikan jarak. Semuanya berkerumun menjadi satu. Physical distancing tak diindahkan meski sekarang ini sedang pandemi COVID-19.

(zak/zak)