Seluruh Kepsek SMPN di Inhu Riau Mundur Gegara Banyak Diganggu soal BOS

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 17:03 WIB
dana bos
Ilustrasi dana BOS (Andhika Akbarayansyah/Tim Infografis)
Indragiri Hulu -

Sebanyak 64 kepala SMP negeri di Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mengundurkan diri. Alasannya, mereka tak tenang ada gangguan soal pengelolaan dana BOS.

"Seluruh kepala sekolah SMP Negeri di Inhu mengajukan surat pengunduran diri. Sebanyak 64 kepala sekolah," kata Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Inhu, Ibrahim, kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).

Ibrahim menjelaskan alasan para kepala SMP negeri itu mundur adalah merasa tidak nyaman soal dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dia mengatakan para kepsek menerima banyak gangguan dari pihak eksternal.

"Para kepsek tidak merasa nyaman dalam mengelola dana BOS tersebut. Alasannya, banyak pihak eksternal yang sering mengganggu mereka," kata Ibrahim.

Salah satu pihak yang dianggap mengganggu adalah oknum LSM. Dia mengatakan banyak pihak eksternal mencari-cari kesalahan dalam pengelolaan BOS.

"Iya itu (oknum LSM). Itu pengakuan mereka mengapa mengundurkan diri. Banyak oknum yang mengganggu pelaksanaan dana BOS. Dikerjakan yang benar pun tetap dianggap salah oleh oknum-oknum eksternal itu," kata Ibrahim.

Ibrahim mengaku bakal menelusuri lebih jauh soal gangguan eksternal tersebut. Ibrahim mengatakan selama ini ada kepsek yang meminta agar dirinya tidak mengelola dana BOS.

"Saya belum mendalaminya soal gangguan eksternal itu. Ini baru sekilas saja dari keluhan mereka yang disampaikan ke saya," kata Ibrahim.

"Sampai ada selama ini Kepsek selama ini memohon agar mereka jangan mengelola dana BOS padahal jumlahnya hanya Rp 54 juta saja. Ya itu alasannya, benar pun pengelolaannya, tetap dianggap salah oleh oknum-oknum eksternal," sambungnya.

Tonton video 'Usaha Ruangguru Permudah Pembelajaran Jarak Jauh':

(cha/haf)