Pemerintah Pantau 47.859 Kasus Suspek Corona pada 15 Juli

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 16:14 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Dok. BNPB)
Jakarta -

Pemerintah mengumumkan data terbaru penanganan COVID-19 di Indonesia. Pada hari ini, pemerintah mengumumkan ada 47.859 kasus suspek Corona yang dipantau.

"Kasus kita lakukan pemantauan, untuk kasus suspek sebanyak 47.859. Ini yang saat ini kita pantau dan kita akan tetap melakukan pengawasan secara ketat terhadap pengembangan kasus ini," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Yuri), saat jumpa pers yang disiarkan langsung kanal YouTube BNPB, Rabu (15/7/2020).

Kasus suspek adalah definisi operasional baru yang digunakan pemerintah. Istilah 'kasus suspek' ini salah satu istilah baru yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Selain suspek, istilah baru lainnya ialah kasus probable, kasus konfirmasi, dan kontak erat. Istilah ini menggantikan istilah yang sebelumnya dipakai, yakni orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG).

"Kita menyebutkan kasus suspek apabila ada kriteria sebagai berikut, salah satu di antaranya, pertama orang dengan infeksi saluran napas atas (ISPA) yang akut dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbulnya gejala ini dia melakukan perjalanan atau tinggal di daerah di mana transmisi lokal terjadi," jelas Yuri.

Berdasarkan Kepmenkes, dijelaskan 3 kriteria kasus suspek, yaitu:
a. Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.
c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Pada hari ini dilaporkan ada penambahan 1.522 kasus baru, sehingga total kasus positif COVID-19 menjadi 80.094.

Adapun jumlah angka pasien sembuh dari COVID-19 hari ini juga bertambah 1.414. Total pasien yang sudah dinyatakan sembuh ada 39.050. Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 87, sehingga total menjadi 3.797.

(jbr/aud)