Isu Penculikan Presiden Terkait Pergantian Panglima TNI?

Isu Penculikan Presiden Terkait Pergantian Panglima TNI?

- detikNews
Jumat, 30 Des 2005 12:00 WIB
Jakarta - Gara-gara Badan Intelijen Negara (BIN) tidak menyebut gamblang soal adanya ancaman teroris dari kelompok mana yang akan menculik sejumlah pejabat tinggi, termasuk Presiden SBY dan Wapres JK, rumor pun berkembang di tengah masyarakat. Bakal ada kudeta?Bahkan kalangan politisi ikut gerah dengan manuver ini. Mungkinkah Presiden SBY yang dijaga superketat ratusan Paspampres bisa diculik oleh kelompok teroris Noordin M Top yang punya keahlian mengebom, bukan menculik."Jangankan menculik presiden, menculik seorang camat saja belum teruji," seloroh seorang anggota DPR asal PDIP, Permadi.Tak heran jika kemudian beberapa anggota DPR menerka-nerka ada apa di balik pernyataan Kepala BIN Syamsir Siregar ini. Kenapa Kepala BIN tiba-tiba melansir adanya ancaman teroris yang akan menculik pejabat tinggi dari dalam dan luar negeri.Anehnya lagi, isu ini ditindaklanjuti pengamanan superketat terhadap Presiden SBY. "Saya ragukan isu penculikan itu," cetus Ade Nasution, anggota Komisi I DPR.Pernyataan lebih gamblang lagi-lagi disampaikan Permadi. "Isu penculikan Presiden SBY itu tidak logis. Teroris mana yang punya keahlian menculik presiden. Kalau Noordin Top, mereka sejak awal hanya dilatih mengebom. Menculik pejabat dengan keamanan supercanggih bukan keahlian mereka," ketusnya.Tak heran bisik-bisik soal apa yang melatarbelakangi isu penculikan mulai beredar di kalangan politisi DPR. Apalagi pihak BIN tidak pernah menjelaskan teroris yang akan menculik SBY itu dari kelompok mana."Saya curiga apakah ini terkait dengan pergantian Panglima TNI yang sebentar lagi akan dilakukan Presiden SBY dan diproses di DPR," kata Anggota DPR dari PAN Alvin Lie saat dihubungi detikcom, Jumat (30/12/2005).Politisi PAN ini berpendapat, isu penculikan presiden dan wakil presiden cuma kekhawatiran yang berlebihan dari SBY dan JK terkait rencana pergantian panglima TNI yang akan dilakukan SBY pada bulan Januari 2006 mendatang."Mungkin saja mereka takut ada kudeta. Maklum saja, masalah pergantian pucuk pimpinan TNI menjadi isu krusial.Mungkinkah SBY akan mengajukan nama Ryamizard Ryacudu, jenderal paling senior di TNI, tapi mendapat penolakan dari pihak asing. Atau mengangkat salah satu dari Kepala Staf TNI," lanjutnya.Dugaan agak serem disampaikan Permadi. Saat dihubungi detikcom, Pemadi juga menduga hal yang logis di balik isu penculikan Presiden SBY ini adalah seputar mengantisipasi ketidakpuasan pergantian Panglima TNI.Menurut Permadi, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri secara kelembagaan sudah mengajukan nama Ryamizard -- saat itu menjabat KSAD -- untuk menjadi calon Panglima TNI ke DPR.Kemudian DPR, yakni Komisi I, sudah menyetujui Ryamizard untuk menggantikan Endriartono Sutarto. Namun, sewaktu kepresidenan beralih ke SBY, surat yang diajukan Mega dicabut. "Saya mendengar sejumlah Panglima Kodam, Danrem dan sebagainya akan bergerak. Mereka berharap panglima TNI yang paling senior," tutur Permadi.Permadi menduga SBY akan mengajukan KSAU Marsekal Djoko Suyanto untuk menjabat Panglima TNI, bukan Ryamizard yang namanya cukup beken saat menjabat Pangkostrad ini."Nah, untuk menghidari adanya ketidakpuasan seputar pergantian panglima TNI ini, mungkin saja presiden perlu meningkatkan keamanan," kata Permadi. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini