Kontes Waria di Pekanbaru Ditentang Jaringan Muslimah
Jumat, 30 Des 2005 11:55 WIB
Pekanbaru -
Banyak cara untuk memeriahkan tahun baru di Pekanbaru. Termasuk dengan kontes waria. Namun acara ini tampaknya tak akan mulus. Jaringan Muslimah (Jarmus) Riau meminta acara itu dibatalkan karena dikhawatirkan akan meningkatkan seks bebas. Aktivis Jarmus yang berjumlah sekitar 100 orang menyampaikan protes tersebut dengan mendemo DPRD Pekanbaru, Jalan Sudirman, Jumat (30/12/2005). Sebelum ke DPRD, massa itu sempat mendemo Kantor Walikota Pekanbaru tapi tak berhasil menemui Walikota Herman Abdullah.Kontes Waria, seperti diberitakan media massa setempat terbitan hari ini, diadakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Kontes itu rencananya akan diikuti seluruh waria yang ada di Pekanbaru dan melibatkan para waria di seluruh Riau. Kontes akan digelar di Hotel Mutiara, Jalan Yos Sudarso, untuk menyambut tahun baru 2006. Koordinator Jarmus, Elvira Rosa, mengatakan, jika pemerintah kota tetap diadakan maka Jaringan Muslimah se-Pekanbaru akan memboikot kontes waria tersebut. Dari segi agama, kata Elvira, kontes itu sangat menyalahi ajaran agama Islam. "Dengan adanya kontes bencong ini maka secara tidak langsung pemerintah kota Pekanbaru mendukung penyebaran waria di Riau yang pada akhirnya justru menimbulkan seks bebas," kata Elvira. Jarmus mengingatkan hingga saat ini pemerintah Indonesia belum mengizinkan waria sebagai kelompok di luar wanita dan lelaki. Jarmus juga menuding kontes waria itu sebagai pemborosan. "Uang APBD dihambur-hamburkan hanya untuk kontes lelucon yang mengeksploitasi waria. Kita minta DPRD Pekanbaru untuk menolak pelaksanaan kontes waria itu," tandas Elvira. Usai demo di Gedung DPRD, Jarmus juga melakukan aksi demo di RRI. Lewat radio pemerintah itu, mereka mengimbau agar masyarakat Pekanbaru bersama-sama menolak acara kontes tersebut.
(iy/)










































