Warga Suku Anak Dalam Jambi Tewas Diduga Gelut Lawan Ular Saat Berburu

Ferdi Almunanda - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 13:19 WIB
Reticulated python snakes are known to be the longest in the world. (Roslan Rahman/AFP/Getty Images)
Ilustrasi Piton (Roslan Rahman/AFP/Getty Images)
Jakarta -

Polisi menemukan warga Suku Anak Dalam (SAD) Jambi tewas dengan kondisi membusuk dan tubuh dililit ular. Warga SAD berjenis kelamin pria itu diduga kuat tewas akibat bergelut dengan ular besar di dalam hutan.

"Iya benar kita temukan jasad warga SAD itu di dalam hutan sudah kondisi membusuk serta tubuhnya tengah dililit ular besar berukuran 3 atau 4 meter. Diduga kuat warga SAD ini tewas karena dalam kondisi bergelut dengan ular besar tersebut dan kemudian tewas dililit," kata Kapolsek Pamenang Merangin Jambi Iptu Fatkur Rohman kepada detikcom, Rabu (15/7/2020).

Jasad warga SAD Jambi itu ditemukan polisi pada Selasa (14/7). Saat itu, polisi mendapatkan laporan dari warga SAD Jambi bahwa kelompok mereka hilang di dalam hutan pada saat berburu.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti polisi dengan melakukan pencarian di dalam hutan tempat warga SAD tersebut berburu, hingga akhirnya polisi menemukannya dalam kondisi tewas dengan tubuh dililit ular.

"Jadi, awalnya itu pihak keluarga dari warga SAD ini kan melapor ke Dinas Sosial, kemudian dibantu pihak Dinas Sosial, mereka melapor ke kita bahwa ada dari kelompok mereka hilang dan belum pulang pada saat sedang berburu di dalam hutan. Warga SAD Jambi yang tewas ini namanya Marinding usianya 26 tahun. Ia berburu di dalam hutan sendirian, lalu dari laporan tersebut kita lakukan pencarian, dan koordinasi dengan warga di sekitaran sana, sampai akhirnya menemukan warga SAD itu tewas dengan kondisi membusuk dan tubuh dililit ular," ujar Fatkur.

Butuh waktu setengah jam, polisi dibantu TNI dan warga sekitar melepaskan ular besar tersebut dari tubuh warga SAD Jambi itu. Saat dilepaskan, ular jenis piton terlihat terluka di bagian kepala akibat tebasan parang.

"Sepertinya luka di bagian kepala ular itu dari senjata milik warga SAD itu. Kita juga kuat menduga warga SAD tersebut sebelum tewas pada saat mau berburu ke dalam hutan bertemu ular besar, lalu kemudian bergumul dan akhirnya tubuhnya dililit dan badannya membiru serta tewas membusuk. Kita juga cukup kesulitan saat akan melepaskan ular itu dari tubuh warga SAD tersebut. Apalagi kita lihat ular besar itu juga di bagian kepalanya terluka," terang Fatkur.

Dari penemuan itu, kemudian polisi membawa jasad warga SAD yang tewas tersebut ke pihak keluarga. Namun, berdasarkan kepercayaan warga SAD di sana apabila ada warganya yang meninggal ketika berburu maka mereka tidak dikuburkan, melainkan ditinggal di suatu tempat yang tidak pernah ditempati.

"Ya mungkin karena memang masalah pemakaman agak susah dilakukan, dan itu sudah jadi adat mereka, ya kemudian jasad itu tetap kita kebumikan dan makamkan di pemakaman yang jauh dari kawasan kelompok SAD itu," ujar Faktur.

(gbr/gbr)