Anggota Diminta Tak Malas Ngantor, Begini Protokol Kesehatan di DPR

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 12:53 WIB
Protokol kesehatan di gedung DPR (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Foto: Protokol kesehatan di gedung DPR (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Jakarta -

Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) meminta anggota DPR tak malas berkantor di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Bagaimana kondisi pembatasan protokol kesehatan di gedung MPR/DPR?

Pantauan detikcom, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/5/2020), setiap orang yang ingin masuk dicek terlebih dahulu suhu tubuhnya. Selain itu kartu identitas pun diminta ditunjukkan oleh PAMDAL DPR.

Saat ingin memasuki gedung MPR/DPR, anggota parlemen dan tamu harus melewati kotak penyemprotan disinfektan terlebih dahulu,lalu kembali dicek suhu tubuhnya menggunakan pemindai yang terpampang di layar televisi. Dari alat ini, suhu orang yang akan masuk ke gedung DPR pun akan muncul layar di televisi.

Selain itu, setiap anggota parlemen dan tamu diwajibkan memakai masker. Bila tak pakai masker, PAMDAL DPR akan menegur orang tersebut.

"Bang, izin (sambil menunjuk masker agar dipakai," ujar salah seorang PAMDAL menegur tamu tak bermasker.

Di setiap bagian gedung DPR pun tak diperkenankan orang-orang berkerumun. Bila muncul kerumunan, hal itu akan ditegur kembali dan diminta merenggangkan jarak.

Protokol kesehatan di gedung DPR (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)Protokol kesehatan di gedung DPR (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom).

Sedangkan saat rapat-rapat komisi, bangku antaranggota parlemen diberi jarak agar tak saling berdekatan. Antar-anggota dikosongkan satu bangku serta diwajibkan tetap menggunakan masker.

Namun, tak jarang juga ada tamu DPR yang saat rapat duduk saling berdekatan. Padahal telah diberi tanda dilarang duduk di bangku tersebut.

Setiap anggota parlemen pun nampak tak bersalaman. Mereka 'bersalaman' dengan menggunakan siku tangan. Selain itu, ada pula tanda memberi jarak saat hendak naik eskalator dan lift.

Protokol kesehatan di gedung DPR (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)Protokol kesehatan di gedung DPR (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom).

Sebelumnya, Formappi menilai ketidakhadiran 269 anggota DPR dalam rapat paripurna yang digelar kemarin tidak memenuhi persyaratan kehadiran dalam mengesahkan suatu putusan (kourum). Formappi meminta anggota DPR tidak menjadikan pandemi virus Corona sebagai alasan untuk tidak berkantor di komplek MPR/DPR, Jakarta.

"Situasi pandemi jangan sampai menjadi pembenar bagi anggota DPR untuk bermalas-malasan. Ingat, tanggung jawab mereka sebagai wakil rakyat sangat besar, dan sejauh ini belum cukup diperlihatkan melalui semangat kerja tinggi dan kehadiran signifikan dalam rapat-rapat ketika pemerintah sudah menerapkan masa PSBB transisi. Anggota DPR tidak boleh takut datang ke kompleks parlemen," kata peneliti Formappi Lucius Karus kepada wartawan, Rabu (15/7).

(rfs/gbr)