Pemain Bola yang Injak Wasit di Stadion Bekasi Dicoret dari Klub

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 11:29 WIB
Laga pertama Asian Games 2018 bergulir di Stadion Patriot Candrabhaga. Penjualan tiket di hari perdana terbilang sangat sedikit. Penonton masih sepi.
Foto: Ilustrasi (Rachman HaryantoI
Jakarta -

Insiden wasit diinjak oleh pemain Champas FC saat memimpin laga di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, menjadi sorotan. Champas FC sendiri merupakan klub bola dari Jakarta.

Terkait hal ini, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) DKI Jakarta Uden Kusuma angkat bicara. Ia mengatakan sang pemain akan dikenai sanksi keras berupa tidak diperkenankan lagi bertanding di klub yang berkompetisi di bawah naungan Asprov DKI.

"Kita tidak memperkenankan dia main lagi di liga kita. Sebagai sanksi keras kita ke yang bersangkutan," ujar Uden ketika dihubungi detikcom, Rabu (15/6/2020).

Uden mengatakan ND sempat memperkuat Jakarta United pada musim lalu. Namun, kini ND tidak tercatat lagi di klub Jakarta United.

"Sementara nggak tercatat (di Jakarta United musim ini), pelatihnya pun menyatakan (ND) dilepas. Sudah tidak tercatat lagi di Jakarta United. Kontraknya sudah diputus," imbuh Uden.

Uden juga mengungkap ND punya beberapa catatan buruk saat merumput.

"Saya cek dia ada beberapa catatan ada sikap kurang bagus, dan kurang baik," ungkap Uden.

Uden mengungkap ND tengah membela salah satu klub yang tidak terdaftar resmi di Asprov DKI saat insiden penginjakan itu terjadi, yakni Champas FC.

"(Champas FC) Klub-klub ikatan-ikatan persaudaraan apa gitu. Jadi mereka main-main aja antar mereka buat event sendiri," kata Uden.

Uden sangat mengecam aksi ND menginjak wasit yang memimpin pertandingan. Pihaknya juga akan melakukan investigasi terkait penyelenggara pertandingan tersebut.

"Kita juga akan mengkaji lagi SOP pertandingan ya, terutama memanh kadang kala kita tidak bisa salahkan di masyarakat ini, banyak membuat event-event yang tidak mendapat rekomendasi kita. Setelah kejadian itu ramai lah. Terus terang kita tidak ada pemberitahuan ke kita dan itu pertandingan juga tidak standar juga kan, karena tidak ada hakim garis dan sebagainya," imbuhnya.

Sebelumnya, seorang wasit, Wahyudin (29), bercerita insiden penginjakan itu terjadi ketika ia memimpin pertandingan bola fun game Champas FC versus Yutaka FC di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi pada Minggu (14/7).

Wasit dalam pertandingan 'silaturahmi' itu hanya ada Wahyudin sebagai wasit utama dan tidak ada hakim garis. Saat itu, Wahyudin membuat keputusan bahwa salah satu pemain tim Champas FC melakukan offside. Namun, pemain tak terima keputusan Wahyudin.

Tonton video 'Wasit Buka Suara soal Kronologi Diinjak Pemain di Stadion Bekasi':

(mei/fjp)