Bukan Dagelan, Tommy Emoh Jadi Tontonan
Jumat, 30 Des 2005 11:06 WIB
Jakarta - Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto sengaja menyatakan Tommy Soeharto tak ada di RS elit tersebut atas permintaan Tommy sendiri. Putra mantan Presiden Soeharto itu tak ingin diganggu wartawan karena tak mau dijadikan tontonan."Kalau dibilang masyarakat ingin tahu, emang dia dagelan? Dia itu orang sakit. Dia jelas ngak mau dijadikan tontonan," kata pengacara Tommy Soeharto, Elza Syarief, saat dihubungi detikcom, Jumat (30/12/2005). Keberadaan Tommy sempat menjadi misteri. Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan memberikan izin berobat Tommy di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto mulai Rabu (28/12/2005) lalu, namun anehnya hingga Kamis (29/12/2005), wartawan tak menemukan Tommy. Petugas RSPAD juga menyatakan Tommy tak ada. Atas fakta itu sejumlah media massa memberitakan Tommy menghilang.Tommy sangat kecewa dengan berita itu. Wartawan bagi Tommy suka memelintir berita. Sebenarnya, kata Elza, Tommy telah ada di RSPAD sejak Rabu (28/12/2005). Namun Tommy sengaja meminta petugas RSPAD agar menyatakan ia tak di RS itu jika ditanya wartawan.Alasannya ya itu tadi, Tommy ogah dijadikan tontotan. Selain itu Tommy tak mau diganggu dan hanya mau bertemu dengan orang-orang terdekatnya. "Kalau dibilang ada, nanti wartawan ingin lihat kamarnya. Emangnya Mas Tommy tontonan? Kan hak pasien untuk tak diganggu orang lain," kata Elza. Saking kecewanya dengan wartawan, Tommy pun melarang Elza memberikan wawancara. "Mas Tommy minta jangan komentar deh. Karena kalau pun ngomong tak ada manfaatnya malah dipelintir," kata Elza dengan uring-uringan.Elza menegaskan, Tommy dan dirinya tidak mempunyai kewajiban untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat. Yang penting saat ini Pangeran Cendana itu ada di RSPAD dan diketahui aparat. Tentang hak publik untuk tahu, bagi Elza, itu bukan urusannya. "Nggak urusan. Itu bukan kewajiban kita," tandas Elza.
(iy/)











































