Blak-blakan Abraham Mose

Dirut PT Pindad Ungkap Prabowo Beli 4 Produk Selain Maung

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 06:52 WIB
Abraham Mose adalah Direktur Utama PT Pindad (Persero). Pria kelahiran Gorontalo itu diangkat menjadi Direktur Utama PT Pindad (Persero) lewat Surat Keputusan Menteri BUMN nomor SK-169 / MBU / 08/2016.
Dirut PT Pindad Abraham Mose (Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 menjadi berkah tersendiri bagi PT Pindad (Persero) di Bandung. Ketika banyak perusahaan megap-megap merindukan order, Pindad justru menuai banyak pesanan dari Kementerian Pertahanan. Usai menjajal Maung, kendaraan taktis produksi terbaru Pindad, di sirkuit Sentul, Bogor pada Minggu (12/7), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan niatnya untuk membeli 500 unit kendaraan tersebut.

"Kalau total yang diinginkan Pak Prabowo itu sekitar 3.000 unit tapi untuk tahap pertama beliau memesan 500 unit dulu. Jika kondisi memungkinkan karena Pandemi, Maung akan diikutkan dalam defile Hari TNI 5 Oktober nanti," kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose kepada tim Blak-blakan detik.com, Selasa (14/7/2020).

Ia mengungkapkan, Maung didesain dan diproduksi setelah berdiskusi dengan Komandan Pussenif Mayjen TNI Surawahadi pada 2018. Ketika itu Surawahadi mengungkapkan perlunya Pindad membuat kendaraan taktis ringan untuk digunakan dalam pertempuran jarak dekat. Kendaraan yang mampu bermanuver dengan cepat, gesit, dan memudahkan para prajurit untuk bertindak baik menembak maupun menyergap, lalu pergi.

"Inilah desain optimal yang kami hasilkan, sudah lulus uji litbang internal, litbang Pussenif, juga laboratorium Angkatan Darat. Dengan kemampuan seperti itu pula kendaraan ini dinamai Pak Prabowo Maung," ujar Abraham.

Selain memesan Maung, sebelumnya Prabowo telah memesan 1000 alat bantu kesehatan dalam rangka penanganan pandemi COVID-19 yakni ventilator. Dari tiga jenis ventilator, Prabowo memilih produk kedua dengan harga Rp 35 juta per unit. Harga ini jauh lebih murah ketimbang ventilator buatan luar negeri yang mencapai ratusan juta rupiah.

Selain itu, kata Abraham, Prabowo juga telah memesan 25 ribu pucuk senjata laras panjang dan pendek, serta 4 miliar butir peluru berbagai kaliber. Meski belum resmi mengajukan pemesanan, Prabowo juga sudah meminta informasi seputar kapasitas produksi alat-alat berat seperti traktor, eskavator, bulldozer, hingga pengering padi yang dibuat Pindad.

Sejak 2-3 tahun lalu, Pindad memproduksi berbagai alat berat. Konsumennya antara lain Kementerian PUPR dan pemerintah Nigeria. "Untuk kepentingan food estate di Kalimantan Tengah, Pak Prabowo juga pada waktunya akan memesan ke Pindad," ujar Abraham.

Tentang bagaimana Pindad mengembangkan unit-unit usahanya, saksikan selengkapnya Blak-blakan Dirut PT Pindad Abraham Mose, "5 Belanjaan Prabowo di Pindad" di detik.com, Rabu (15/7/2020).



(jat/jat)