Menaker Bicara Sinergi dengan Pemda buat Susun Rencana Tenaga Kerja

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 22:19 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menekankan perlunya sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan pemerintah daerah dan lintas sektor lainnya dalam menyusun rencana tenaga kerja (RTK). Hal itu disebutnya akan menghasilkan RTK yang aktual dan akurat.

"Untuk membuat sebuah perencanaan tenaga kerja yang baik dibutuhkan peran serta semua pihak. Sehingga, dibutuhkan kolaborasi antar unit kerja dan sektor, agar dokumen perencanaan tenaga kerja yang dibuat bisa mencerminkan aspek ketenagakerjaan lintas sektoral," kata Ida melalui keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020).

Ida menambahkan, pihaknya telah menyediakan layanan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) yang dapat diakses siapa pun untuk aktualisasi data dan informasi ketenagakerjaan. Sehingga, data dan informasi yang ada di Sisnaker dapat dijadikan rujukan dalam pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan.

"Sistem ini kami bangun untuk mempertemukan seluruh stakeholder ketenagakerjaan. Dan ketika kementerian/lembaga lain membutuhkan data dan informasi ketenagakerjaan, maka harusnya rujukannya Sisnaker ini," sebut Ida.

Saat ini sektor ketenagakerjaan dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti angkatan kerja yang masih didominasi oleh low skill, puncak bonus demografi pada tahun 2030, era revolusi industri 4.0, hingga tantangan terbaru pandemi COVID-19.

Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, Ida mengungkapkan, pemerintah telah menjalankan program pengembangan SDM yang ada di Kemnaker. Pemerintah juga telah melakukan mitigasi dampak pandemi Covid-19 di sektor ketenagakerjaan.

"Hal ini tentunya selaras dengan langkah-langkah mitigasi COVID-19 oleh berbagai negara yang juga melakukan langkah-langkah penyelamatan perekonomian, selain kebijakan untuk penanggulangan COVID-19 di sektor kesehatan," lanjut Ida.

Ida menegaskan, keberhasilan pembangunan nasional sangat dipengaruhi oleh keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan, terutama dalam aspek peningkatan kualitas dan perlindungan tenaga kerja. Oleh sebab itu, diperlukan penyusunan RTK dengan tepat agar didapatkan data yang valid.

"Saya berharap, perencanaan tenaga kerja benar-benar dapat dijadikan sebagai rujukan atau rekomendasi dalam menyusun rencana pembangunan daerah," tuntas Ida.

(prf/ega)